Oknum Kades di Kerinci Diduga Tipu Warga Puluhan Juta Rupiah

918
Ilustrasi

KERINCI-JAMBI, BERITAANDA – Salah satu kepala desa (kades) di Kecamatan Air Hangat Timur (AHT) Kabupaten Kerinci Provinsi Jambi diduga kuat telah menipu warga hingga puluhan juta rupiah.

Hamid, salah satu dari orang tua korban penipuan yang diduga dilakukan oknum Kades Pungut Hilir, kepada wartawan BERITAANDA menjelaskan, berawal dari penangkapan oleh anggota Satreskrim Polres Kerinci pada hari Ahad (9/5/2021), di salah satu warung milik warga Pungut Hilir.

Saat itu, tujuh [7] pemuda yang lagi asyik bermain judi berhasil diamankan oleh anggota Satreskrim Polres Kerinci.

Mendapat kabar itu, sang oknum yang kala itu sebagai kades terpilih Pungut Hilir, langsung menghubungi ketujuh orang tua dari pemuda yang sudah ditangkap pihak kepolisian tersebut.

Kemudian, oknum kades ini meminta kepada ketujuh orang tua dari pemuda itu untuk menyerahkan uang kepadanya senilai Rp 10 juta / orang [pemuda], dengan dalih agar ketujuh pemuda ini bisa langsung dibebeskan.

“Ya, kata dia (oknum kades) kalau anak kami mau langsung dibebeskan bisa diurus, asalkan kami [ketujuh orang] mau memberi uang kepadanya Rp 10 juta satu orang, sebagai uang jaminan,” kata Hamid, salah satu orang tua korban.

Dikatakan dia lagi, mendengar ucapan oknum kades dengan harapan anaknya bisa langsung dibebaskan, dia pun sepakat untuk menyerahkan uang Rp 10 juta / orang, dengan nilai keseluruhan Rp 70 juta.

“Karena kami berharap, mereka bisa pulang ke rumahnya masing-masing. Oleh sebab itu kami mau mengikuti keinginan dia [oknum kades]. Bertempat di rumahnya [oknum kades], disaksikan ketujuh orang tua korban, termasuk istri sang oknum kades, kami menyerahkan uang kepadanya masing-masing Rp 10 juta ,” ucap dia.

Setelah itu, lanjutnya, sesuai dengan janji oknum kades tersebut, pihaknya meminta untuk menemani kami ke Polres Kerinci, guna menjemput anaknya. Kemudian dia mengatakan, hari sudah malam.

“Dan besoknya lagi, kami kembali mendatangi rumahnya, lagi-lagi dia beralasan, masa batasnya sudah habis,” tambah salah satu orang tua korban sambil berlinang air mata.

Sementara itu, saat awak media ini mendatangi rumah oknum kades ini untuk dikonfimasi, tidak berada di tempat.

Saat dihubungi melalui pesan WhatsApp, juga tidak dibalas, meskipun pesan sudah terconteng dua garis biru (tanda pesan sudah dibaca). Dihubungi via telepon, tidak diangkat, walaupun nada deringnya bernada masuk hingga berita ini diterbitkan, Kamis [23/9]. (Tomi)

Bagaimana Menurut Anda