OJK Lampung Dorong Sektor Jasa Keuangan Lebih Kontributif dalam Mendukung Pembangunan Ekonomi Daerah

98

BANDAR LAMPUNG, BERITAANDA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Lampung terus mendorong peningkatan kinerja industri jasa keuangan sejalan dengan program pemerintah untuk mengakselerasi pembangunan ekonomi agar target pertumbuhan ekonomi yang ditetapkan dapat dicapai.

Perkembangan kinerja sektor jasa keuangan di Lampung terus melanjutkan tren positif dengan penyediaan dana dan kegiatan investasi yang terus meningkat.

“Pertumbuhan ekonomi di Lampung yang terus melanjutkan tren positif turut didukung dengan penyediaan dana dari sektor jasa keuangan baik dari sektor perbankan, industri keuangan non bank dan pasar modal yang juga terus tumbuh sejalan dengan peningkatan permintaan dari sektor riil, ” kata Bambang Hermanto selaku Kepala OJK Provinsi Lampung melalui rilis OJK.

Kinerja sektor jasa keuangan terus didorong agar lebih berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi di daerah melalui penyaluran kredit ke sektor produktif. Hal ini ditunjukkan dengan adanya pergeseran pangsa kredit konsumtif ke kredit produktif yakni kenaikan pangsa kredit produktif (modal kerja dan investasi) terhadap total kredit dari sebesar 73.11% (Juni 2022) menjadi 72.80% (Juni 2023).

Perkembangan Sektor Perbankan

Kinerja perbankan di Provinsi Lampung menunjukkan pertumbuhan yang positif, tercermin dari aset perbankan lampung pada triwulan 2-2023 mengalami pertumbuhan jika dibandingkan dengan triwulan 2-2022 yaitu meningkat sebesar Rp 7,10 triliun atau tumbuh sebesar 6,21% dari sebesar Rp 114,31 triliun menjadi sebesar Rp 121,41 triliun (yoy).

Jika dibandingkan dengan posisi triwulan 1-2023 (qtq) total aset tercatat meningkat sebesar Rp 5,12 triliun atau 4,40% dari sebesar Rp 116,29 triliun menjadi Rp 121,41 triliun.

Dalam triliun rupiah penyaluran kredit perbankan Lampung di triwulan 2-2023 mengalami peningkatan sebesar Rp 6 triliun atau 8,21% jika dibandingkan dengan periode triwulan 2-2022 (yoy) dari sebesar Rp 76 Triliun menjadi sebesar Rp 80 triliun.

Sementara itu, jika dibandingkan dengan periode triwulan 1-2023 (qtq) kredit mengalami peningkatan sebesar Rp 4 triliun atau 5,07% dari sebesar Rp 76 triliun menjadi sebesar Rp 80 triliun. Adapun tiga sektor ekonomi penyumbang kredit terbesar yaitu sektor penerima kredit bukan lapangan usaha, pedagang besar dan eceran serta pertanian, perburuan dan kehutanan.

Dalam triliun rupiah penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) Provinsi Lampung menunjukkan pertumbuhan sebesar Rp 0,62 triliun pada triwulan 2-2023 atau meningkat sebesar 1,00% dari triwulan 2-2022 (yoy) sebesar Rp 61 triliun menjadi sebesar Rp 62 triliun.

Jika dibandingkan dengan triwulan 1-2023, DPK Lampung mengalami penurunan sebesar Rp 0,58 triliun atau sebesar 0,92% (qtq), yaitu dari sebesar Rp 63 triliun menjadi sebesar Rp 62 triliun.

Dalam triliun rupiah pada triwulan 2-2023 kredit UMKM secara year on year (yoy) meningkat sebesar Rp 2,09 triliun (7,91%) dari Rp 26,38 triliun pada triwulan 2-2022 menjadi sebesar Rp 28,47 triliun pada posisi triwulan 2-2023.

Kredit Bermasalah

Untuk kredit UMKM tercatat menurun sebesar 0,23% yaitu dari sebesar 4,00% menjadi sebesar 3,77%. Namun, penurunan NPL terutama disebabkan karena ekspansi kredit yang cukup tinggi, sedangkan nominal kredit bermasalah tercatat meningkat sebesar Rp 0,02 triliun.

OJK akan terus mendukung kinerja perbankan melalui kebijakan yang diperlukan sehingga dapat terus tumbuh berkelanjutan namun tetap prudent dalam aspek manajemen risiko. (Katharina)

Bagaimana Menurut Anda