NKV Jamin Produk Hewan yang ASUH

236

JAMBI, BERITAANDA – Bertempat di Hotel Odua, Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan menggelar kegiatan pertemuan sosialisasi pembinaan NKV pada unit produk Provinsi Jambi, Rabu (24/4/2019).

Kabid Keswan dan Kesmavet Drh.Juli Supriyono mewakili kepala dinas, membuka secara resmi acara tersebut. Turut mendampingi Kasi Kesmavet dan Perlindungan Hewan Musriadi.SST.MSi, serta Drh. Melinawar selaku ketua panitia.

Dikatakan oleh Juli Supriyono, semakin maju suatu negara bisa dipastikan penanganan produk hewan ini sangat diperhatikan.

“Jadi semakin maju sebuah negara pasti penanganan produk hewan semakin serius. Dikarenakan produk hewan yang akan dikonsumsi bagi manusia sangatlah rentan terkena suatu virus, sehingga produk hewani tersebut sehingga tidak bisa digunakan,” jelasnya.

Produk hewan ini sudah diatur dalam suatu UU Nomor 18 Tahun 2009 Junto Nomor 41 Tahun 2014 mengenai peternakan dan kesehatan hewan, juga dalam Pasal 58 Ayat 1 menyebutkan bahwa untuk menjamin produk hewan yang aman, sehat, utuh serta halal (ASUH) maka unit usaha harus memiliki sertifikat NKV.

“Kegiatan pertemuan sosialisasi dengan mengambil tema NKV menjamin produk hewan yang aman, sehat, utuh dan halal (ASUH) untuk unit usaha seperti mall serta supermarket berskala besar,” terangnya.

Lanjut dia, produk hewan sebelum dipasarkan atau dibutuhkan oleh umat manusia itu harus masuk dalam pantauan Dinas TPHP, khususnya bidang Keswan dan Kesmavet, sehingga dapat dikategorikan produk hewan tersebut layak atau tidak layak untuk dipasarkan.

“Dinas TPHP bidang Keswan dan Kesmavet akan memantau dari rumah potong hewan, seperti sebelum hewan tersebut akan dipotong terlebih dahulu, diperiksa kesehatan hewan tersebut sakit atau tidak. Selanjutnya kalau hewan tersebut sehat, akan diperiksa organ lainnya, contohnya hati dan seterusnya,” ujar dia.

“Bagi Provinsi Jambi unit usaha tidak perlu khawatir untuk diaudit sertifikasi NKV, dikarenakan pemerintah yang menanggung pembiayaan. Dan di Provinsi Jambi juga memiliki 19 unit usaha masih NKV terdiri dari RPH-R 3 unit, RPU 1 unit, cold storage 7 unit, retail 3 unit, kios daging 3 unit, budidaya telur 1 unit, serta ternak sapi perah 1 unit,” pungkas dia. (Inro)

Bagaimana Menurut Anda