MWCNU Babat Toman Gelar Pengajian Umum

161

SEKAYU-MUBA, BERITAANDA – Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Babat Toman melalui Majelis Ta’lim Al-Muhibbin binaan Kiyai Sirojuddin (Ketua TanfidziyaH MWCNU), menggelar pengajian umum.

Tak tanggung-tanggung, tiga kegiatan dikemas dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan RI ke-75 serta memperingati Tahun Baru Islam 1442 Hijriah, sekaligus pengijazahan Manaqib Al-Karomah dengan tema ‘Peran Ulama dalam Mempertahankan Kemerdekaan’, Jumat (14/8/202).

Lantunan tembang shalawatan terdengar keras di telinga seluruh ratusan jamaah yang hadir berdiri saat sang penceramah Abuya Al-Habib Abdullah Asad Basyaiban, Lc Pengasuh Ma’had Darunur Al-Musthafa Palembang datang menuju tempat kegiatan di TPA Al-Muhajirin Kebun Sayur Desa Kasmaran Kecamatan Babat Toman.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Kasmaran Fahrurrozi mengucapkan terimkasih kepada Kiyai Sirojuddin yang tiada lelah membina Majelis Ta’lim Al-Muhibbin ini.

“Semoga yang kita lakukan pada hari ini untuk anak-anak kita, cucu kita dimasa yang akan datang, suatu kebanggan bagi kami (Pemerintah Desa Kasmaran) kedapan sangat mendukung kegiatan-kegiatan. Semoga pada hari ini tetap berlanjut dikemudian hari tetap istiqamah, sehingga kita mampu menghadirkan nuansa-nuansa baru keislaman di Desa Kasmaran,” jelas dia.

Masyarakat Babat Toman antusias menyambut kedatangan Abuya Al-Habib Abdullah Asad Basyaiban.

Dalam ceramahnya, Abuya Al-Habib Abdullah Asad Basyaiban selaku Pengasuh Ma’had Darunur Al-Musthafa Palembang menegaskan tentang pentingnya mengisi kemerdekaan.

“Perjuangan merebut kemerdekaan dari tangan penjajah yang dilakukan para pahlawan dahulu sangatlah berat. Penuh dengan air mata bahkan darah. Sekarang, tugas kita sebagai generasi penerus untuk tetap menjaga dan mengisinya dengan hal hal positif sesuai bidang masing-masing. Jangan cederai perjuangan pahlawan dengan perbuatan negatif yang akan merugikan bangsa negara,” tutur Habib Asad

Habib Asad juga menekankan pentingnya menjaga persatuan kesatuan bangsa.

“Mengapa itu penting?. Sebab, hal tersebut telah dicontohkan para pahlawan dulu seperti Mbah KH. M. Hasyim Asy’ari pendiri Nahdlatul Ulama, Mbah KH. Ahmad Dahlan pendiri Muhammadiyah, Bung Karno, Bung Hatt dan lain-lain. Mereka datang dari berbagai latar belakang berbeda baik suku, agama dan budaya. Namun tetap satu tekad yakni ingin merdeka. Berjuang bersama merebut kemerdekaan dari penjajah,” tegas Habib Asad dalam ceramahnya berapi berapi.

Ia juga menambahkan bahwa kemerdekaan bangsa Indonesia bukan hanya milik umat Islam saja, tapi juga milik seluruh umat lintas agama, suku dan tradisi.

“Maka dari itu, kita hadirkan acara seperti ini sebagai bentuk ucapan syukur kepada para pahlawan atas perjuangannya itu. Mari kita isi kemerdekaan dengan tetap menjaga persatuan kesatuan,” sambung Habib Asad.

“Jangan ikut larut paham radikalisme karena itu tidak sesuai dengan cita-cita pahlawan. Bila di desa ini ada hal seperti itu, bersama sama akan kita perangi,” tandasnya.

Hadir dalam kesempatan acara ini tokoh masyarakat, tokoh agama, KUA Kecamatan Babat Toman, Unsur Pemerintah Desa, Penyuluh Agama, Pengurus MWCNU Babat Toman, IPPNU dan Koramil Babat Toman, serta tamu undangan lainnya. (*)

Bagaimana Menurut Anda