Mobil Bawa Orang Sakit Tertahan di Tol Lampung: Jurnalis, Anggota Basarnas dan Ditlantas Sumbangan Bayar Denda

14

BANDAR LAMPUNG, BERITAANDA – Sebuah kendaraan jenis Carry bernomor polisi BE 1802 BO yang sedang membawa orang sakit sempat tertahan dua jam lebih di Tol Sidomulyo, Lampung Selatan, Provinsi Lampung.

Mobil tersebut tak bisa keluar tol lantaran menggunakan satu kartu untuk dua kendaraan, sehingga diharuskan membayar denda. Namun, pengendara mobil tersebut tidak mempunyai uang untuk membayar denda.

Sejumlah jurnalis yang mengetahui kejadian itu, kemudian melakukan pengumpulan dana guna membantu agar mobil tersebut dapat keluar tol.

Pengemudi mobil Carry, Yanto mengatakan, pihaknya tertahan dan tidak bisa keluar dari Tol Sidomulyo, karena menggunakan satu kartu untuk dua kendaraan. Akibat kejadian itu, pihaknya mengaku dikenakan denda sebesar Rp 566 ribu.

Lantaran tak punya uang untuk membayar denda tersebut, Yanto mengaku sudah sekitar dua jam tertahan di Tol Sidomulyo sejak sekitar pukul 15.30 WIB hingga sekitar pukul 18.00 WIB.

“Tapi Alhamdulillah sekarang sudah bisa keluar tol, terima kasih buat perhatian dan bantuan dari teman-teman media di Lampung semua. Terima kasih, kami tidak akan melupakan bantuannya, termasuk anggota Ditlantas Polda Lampung dan Basarnas Lampung,” ungkap Yanto saat dihubungi Ahad (14/2) sekitar pukul 18.15 WIB.

Yanto menceritakan, pada awalnya dial berangkat dari Tol Lematang bersama keluarganya dengan mengendari dua mobil, yakni Hyundai yang dibawa kerabatnya, serta mobil Carry yang dikendarainya.

Yanto mengaku mereka hendak menuju Tol Sidomulyo untuk mengantarkan saudara mereka yang sedang sakit stroke berobat di pengobatan alternatif.

Saat akan masuk Tol Lematang, kata Yanto, kartu tol miliknya ternyata tidak ada saldo. Kemudian, dirinya menggunakan kartu lainnya yang juga digunakan mobil Hyundai untuk masuk tol.

“Awalnya coba-coba gantian pakai satu kartu tol itu, rupanya bisa. Tapi pas mau keluar di Tol Sidomulyo ternyata tidak bisa dan kami dikenakan denda, yang saya heran, kok pas masuk di Tol Lematang bisa ke buka (pintu tol). Kami kurang tahu soalnya, mohon maaf jika ternyata (pakai satu kartu untuk dua mobil) karena kurang paham,” terang Yanto.

Dirinya mengaku dalam mobil Carry yang dikendarainya itu membawa sekitar delapan orang yang terdiri dari perempuan dan anak-anak.

Dihubungi terpisah, Branch Manager Ruas Tol Bakauheni–Terbanggi Besar PT. Hutama Karya (Persero), Hanung Hanindito, mengaku tidak mengetahui persis kejadian tersebut. “Saya juga kurang paham,” kata Hanung singkat, ketika di kutip media Lampung77.com

Sementara itu, jurnalis TVRI, Agus mengatakan sejumlah wartawan yang mengetahui adanya kejadian pengguna tol yang tertahan itu kemudian merasa empati.

“Seharusnya pengelola tol dapat memberi pengertian serta sosialisasi yang berkelanjutan tentang tol, bukan hanya bagi pengguna di dalam tol, namun juga terhadap masyarakat luas yang lain,” kata dia.

Pada akhirnya para jurnalis di Lampung itu pun beramai-ramai memberikan sumbangan untuk membantu pengendara yang tertahan di Tol Sidomulyo, Lampung Selatan itu.

“Sebagian teman-teman melakukan sumbangan karena pengendara itu ada saudaranya yang sakit dan harus dibawa berobat. Alhamdulillah, (sumbangan) sudah cukup yang awalnya hanya Rp 325 ribu, namun akibat viral berita informasi tersebut akhirnya uang sebesar Rp 566 ribu terkumpul dan langsung kami transfer.”

“Syukur Alhamdulillah sekarang mobil tersebut sudah keluar dari tol dan bisa membawa saudaranya berobat, kami juga atas nama jurnalis Lampung mengucapkan terima kasih banyak kepada teman-teman seprofesi, Basarnas dan Ditlantas yang juga merespons untuk membantu,” pungkas Agus. [Katrine]

Bagaimana Menurut Anda