Mengintip Kelas Kreatif Serda Ihsanudin, Oase Belajar Anak di Pelosok Lampung

6

LAMPUNG TIMUR, BERITAANDA – Suasana Dusun Empat, Desa Toto Harjo, Kabupaten Lampung Timur tampak berbeda setiap pagi. Sekitar pukul 10.00 WIB, puluhan anak terlihat bergegas menuju sebuah bangunan sederhana bercat hijau cerah milik Serda Ihsanudin, anggota Babinsa Koramil Purbolinggo.

Di teras bangunan itu, deretan sandal anak-anak tersusun rapi, menandai dimulainya aktivitas belajar yang kini menjadi rutinitas harian warga setempat.

Tak banyak yang menyangka, tempat yang kini dipenuhi poster edukasi dan tawa anak-anak itu dulunya hanyalah gudang penyimpanan pakan sapi yang dipenuhi suara mesin. Berbekal semangat pengabdian kepada masyarakat, Serda Ihsanudin mengubah bangunan tersebut menjadi ruang belajar interaktif bagi anak-anak desa.

Kini, dinding-dinding ruangan dihiasi beragam media pembelajaran, mulai dari peta Indonesia, aksara Lampung, hingga gambar tokoh nasional seperti Ki Hajar Dewantara dan R.A. Kartini.

Kegiatan belajar dipandu langsung oleh sang istri, Umi Salmah, yang setiap hari Senin hingga Jumat mendampingi anak-anak belajar dengan suasana santai dan menyenangkan.

“Kami ingin menghadirkan tempat di mana anak-anak bisa belajar sambil bermain dan bersosialisasi secara langsung, bukan hanya sibuk dengan gawainya masing-masing,” ujar Umi Salmah.

Beragam aktivitas digelar di kelas kreatif tersebut, mulai dari pengenalan huruf bagi anak usia dini hingga pembelajaran sejarah untuk menanamkan nilai nasionalisme sejak dini.

Tak hanya menyediakan ruang belajar, Serda Ihsanudin juga membangun area bermain di halaman depan rumahnya. Berbagai fasilitas seperti seluncuran, jungkat-jungkit, dan ayunan sengaja disediakan agar anak-anak lebih aktif bermain dan berinteraksi.

Upaya tersebut dinilai efektif mengurangi ketergantungan anak terhadap penggunaan gawai.

Kehadiran kelas kreatif itu pun mendapat sambutan positif dari warga. Ida, salah satu orang tua murid, mengaku merasakan perubahan pada anaknya setelah rutin mengikuti kegiatan belajar tersebut.

“Sebagai orang tua kami sangat terbantu. Anak-anak jadi lebih aktif belajar, lebih mudah bersosialisasi, dan penggunaan handphone juga jauh berkurang,” katanya.

Saat ini, lebih dari 50 anak mulai dari tingkat TK hingga SD rutin mengikuti kegiatan belajar tanpa dipungut biaya. Bahkan, beberapa di antaranya merupakan anak-anak yang belum sempat merasakan pendidikan formal.

Bagi masyarakat setempat, keberadaan ruang belajar tersebut menjadi oase pendidikan di tengah keterbatasan fasilitas belajar nonformal di desa.

“Disini anak-anak bisa belajar, bermain, dan punya banyak teman,” ujar salah seorang ibu yang rutin mengantar anaknya.

Di mata warga, Serda Ihsanudin bukan hanya seorang prajurit TNI, tetapi juga sosok penggerak masyarakat yang hadir membawa manfaat nyata bagi lingkungan sekitar.

Menjelang sore, usai kegiatan belajar selesai, Serda Ihsanudin yang masih mengenakan seragam dinas tampak duduk santai di teras bersama istrinya. Pemandangan sederhana itu menjadi gambaran bagaimana ketulusan dan kepedulian mampu mengubah bekas gudang pakan menjadi tempat tumbuhnya mimpi anak-anak di pelosok Lampung. (*)

Bagaimana Menurut Anda