Massa Gelar Aksi Demo ke KPUD OI, Minta IPA Tidak Diloloskan

385
Beberapa orator sampaikan orasi mereka, menuntut KPU tidak meloloskan IPA di pilkada mendatang.

INDRALAYA-OI, BERITAANDA – Lembaga Aliansi Indonesia Badan Penelitian Aset Negara (LAIBPAN) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) beserta ratusan massa gelar aksi demo ke kantor Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Ogan Ilir (OI), Senin (7/9/2020).

Dalam orasi yang disampaikan melalui pengeras suara, para orator LAIBPAN ini meyampaikan ke KPUD OI agar tidak menetapkan bakal calon bupati HM. Ilyas Panji Alam (IPA) sebagai calon bupati periode 2021-2026, karena diduga melanggar PKPU Nomor 1 Tahun 2020 Pasal 89.

Kemudian juga mendesak KPUD OI agar melaksanakan tahapan pilkada yang bersih dan demokratis. Selanjutnya meminta agar ditegakkannya keadilan dan supremasi hukum di Ogan ilir.

Yongki Ariansyah sebagai koordinator lapangan didampingi rekan-rekannya mengatakan, hal ini didasari adanya indikasi kalau Bupati OI HM. Ilyas Panji Alam sekaligus sebagai bakal calon bupati, telah memanfaatkan bantuan beras dari pusat pada situasi pandemi Covid-19 dengan memasang foto dirinya.

“Diduga kuat ini adalah kampanye terselubung untuk kepentingan dia (IPA) menggunakan anggaran negara,” ucapnya kepada awak media.

Tambahnya, bakal calon bupati itu juga telah melakukan pergantian pejabat 6 bulan sebelum tanggal penetapan pasangan calon sampai dengan akhir masa jabatan.

“Selain itu yang bersangkutan juga diduga menyalahgunakan kewenangan program dan kegiatan,¬† sehingga menguntungkan petahana dan merugikan calon lainnya,” imbuh dia.

Ratusan massa gelar unjuk rasa di depan kantor KPUD Ogan Ilir

Lanjut dia, pihaknya juga memberikan waktu selama 5 hari kedepan agar KPUD OI menelaah pernyataan sikap mereka dan memberikan jawaban tertulis. “Jika tidak, kami akan mengerahkan massa yang lebih besar lagi, lebih dari ini,” pungkasnya.

Sementara, Ketua KPUD OI Dra. Massuryati saat diwawancarai awak media mengatakan, akan menindaklanjuti apa yang disampaikan para demonstran.

“Kita akan mengkaji lebih dalam atas apa yang disampaikan. Kita perlu dokumen terkait hal itu untuk kajian lebih dalam. Intinya apa yang mereka sampaikan kita terima dengan baik dan sesuai permintaan mereka. Kita juga akan berikan jawaban secara tertulis,” terangnya.

Adapun aksi demo ini berjalan kondusif, dan dikawal ketat pihak kepolisian. Diakhir aksinya, perwakilan pendemo menyerahkan berkas secara tertulis ke pihak KPUD. (Adie)

Bagaimana Menurut Anda