kWh Meter Kerap Bermasalah, Lapor Call Center 123

561
Ilustrasi.

PALEMBANG, BERITAANDA – Pelanggan listrik pra bayar kerap mengeluh mengapa kWh meter di rumahnya muncul tulisan periksa saat akan diisi token dan pengisian gagal.

Manager Humas PLN S2JB, Bakri mengatakan, jika pelanggan mengalami hal serupa jangan langsung mengotak-atik kWh sendiri, tapi segera hubungi call center PLN 123, dan petugas secepatnya akan datang ke rumah memeriksa kondisi kWh meter tersebut. Pemeriksaan atau penggantian meteran gratis.

Mengutak-atik kWh meter termasuk pelanggaran dan bisa kena Penertiban Pemakaian Tenaga Listrik (P2TL), ada dendanya dan bahkan sampai pidana. Jika ada kasus kWh tidak mau diisi token, terkadang ada kendala usia pemakaian kWh meter itu sudah habis atau kadaluarsa.

“Semua kWh meter itu miliki negara atau milik PLN, jadi penggantian atau kerusakan yang ada diperbaiki PLN dan gratis. Kalau ada yang meminta uang laporkan saja, akan segera kita tindaklanjuti,” ujarnya, Rabu (15/1/2020).

Bakri mengatakan, biasanya ada sejumlah sebab kWh meter mengeluarkan tulisan periksa, bisa saja karena arus bocor, pembumian atau grounding dan jamperan.

“Penyebab umum kWh meter muncul tulisan periksa yakni karena arus bocor. Kebocoran arus listrik disebabkan oleh cara penyambungan atau kondisi kabel yang buruk. Hal ini menyebabkan kabel terkelupas, yang mana sangat berbahaya memicu percikan api dan kebakaran atau biasa disebut konsleting,” kata dia.

Maka dari itu, lanjut dia, pemeriksaan instalasi sangatlah penting dan pastikan instalasi di rumah telah memiliki Sertifikat Laik Operasi (SLO) agar tidak ada kelebihan beban pada kabel yang digunakan dan mencegah terjadinya hubungan arus pendek.

“Saat ini kita wajibkan setiap pelanggan wajib memiliki SLO jika bangunan atau rumahnya ingin dialiri listrik itu sudah aturannya, tapi kadang masih banyak yang tidak sabar. Belum miliki SLO memaksa listriknya ingin segera disambungkan,” ujarnya.

“Penyebab lainnya yakni arus balik pembumian disebabkan oleh cara sistem pembumian instalasi rumah yang buruk atau tidak tepat,” tambah dia.

Bakri mengatakan, tombol tamper yang berfungsi sebagai pengaman meteran dari gangguan luar seperti orang yang akan membuka meteran, juga menyebabkan kWh meter memberikan respon peringatan.

“Ketika cover dibuka, otomatis tombol temper akan menyala dan terjadilah eror lalu muncul tulisan ‘periksa’,” pungkas dia menjelaskan. (Febri)

Bagaimana Menurut Anda