Kuda Laut, Satu Lagi Potensi Terpendam dari Lampung

305

BANDAR LAMPUNG, BERITAANDA – Kuda laut (hippocampus spp) merupakan biota endemik perairan laut Indonesia, dikenal memiliki ragam khasiat dan manfaat sebagai ikan hias, sebagai bahan baku obat atau keperluan medis, sebagai cindera mata, atau bahkan sebagai makanan.

China, merupakan negara pengguna (pengimpor) kuda laut kering terbesar untuk produksi obat tradisional. Sementara dii dalam negeri, permintaan kuda laut banyak berdatangan dari industri jamu.  Namun, eksploitasi yang berlebihan membuat populasi kuda laut di alam menurun drastis terancam punah, sehingga biota ini dikategorikan sebagai vulnerable (IUNC) yang termasuk dalam golongan Appendik II (CITES).

Balai Besar Perikanan Budidaya Laut (BBPBL) Lampung telah melakukan pengkajian teknologi budidaya kuda laut lebih dari dari 20 tahun, baik dalam skala uji coba maupun pengembangan pada skala komersial. Sejauh ini, BBPBL Lampung merupakan satu-satunya unit pelaksana teknis di Indonesia yang telah berhasil membudidayakan kuda laut ini secara massal.

Hal tersebut terungkap dalam webinar akuakultur kuda laut di Indonesia ‘Technology, Utility, and Legality’ yang bekerjasama dengan Fakultas Pertanian Universitas Lampung-BBPBL Lampung, Selasa (2/9/2020).

Tampil tiga narasumber dalam webinar tersebut antara lain Ali Hafiz Al Qodri, A.Pi (perekayasa BBPBL Lampung) dengan materi budidaya kuda laut di BBPBL, Laksmindra Fitria, S.Si M.Si (dosen Fakultas Biologi, UGM) yang membawakan materi pengolahan dan pemanfatan kuda laut, serta Ir. Andi Rusandi, M.Si (Direktur Konservasi dan Keanekaragaman Hayati Laut, Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut, KKP) dengan tema kebjakan pelestarian kuda laut.

Webinar ini diikuti oleh tidak kurang dari 300 orang peserta dari berbagai kalangan seperti peneliti, perekayasa, dosen, penyuluh, praktisi budidaya, mahasiswa, dan umum.

Webinar akuakultur kuda laut ini dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Lampung Prof. Dr. Heryandi, SH M.Si. Dalam sambutannya ia menyampaikan bahwa Provinsi Lampung memiliki sumber daya ikan yang luar biasa besar, salah satunya adalah kuda laut.

“Fakultas Pertanian Unila akan terus bersinergi dengan BBPBL Lampung yang telah sukses mengembangkan kuda laut, sehingga komoditas ini dapat memberikan prospek yang bagus bagi masyarakat Lampung, khususnya di masa yang akan datang,” kata dia,

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, KKP Dr. Ir. Slamet Soebjakto, M.Si sebagai pembicara utama dalam webinar ini menyampaikan bahwa permintaan pasar kuda laut cukup besar, baik sebagai ikan hias maupun sebagai bahan baku obat-obatan. Dan mempunyai nilai yang cukup signifikan untuk ekspor.

Dari sisi usasha budidaya, kuda laut bisa menjadi satu kegiatan strategis untuk meningkatkan perekonomian masyarakat pesisir segmentasi usaha. Sejauh ini kuda laut diambil dari alam dan jika permintaan terus meningkat, dimana keberadaan kuda laut di alam, karena eksploitasi berlebihan, populasinya akan menurun atau bahkan punah.

“Untuk itu, ke depan harus lebih banyak lagi pelaku budidaya kuda laut untuk meningkatkan produksi,  disamping juga tentunya merupakan upaya melindungi kelestarian plasma nutfah kuda laut,” jelas dia.

Dalam kesempatan terpisah, Kepala Balai Besar Perikanan Budidaya Laut (BBPBL) Lampung Ir. Ujang Komarudin AK M.Sc menyampaikan bahwa sejak awal tahun 1990-an, BBPBL Lampung mulai melakukan domestikasi budidaya kuda laut, dan telah dapat produksi secara massal pada tahun 2000-an.

“Ada dua jenis yang dikembangkan yakni hippocampus kuda dan hippocampus comes. Sejauh ini BBPBL Lampung telah melakukan diseminasi teknologi budidaya kuda laut kepada masyarakat melalui pelatihan, praktek kerja / magang, bimbingan teknis, dan bahkan bantuan benih. Juga melakukan restocking sebagai bentuk turut serta melakukan pelestarian plasma nutfah di Teluk Lampung,” pungkas dia. (Katrine)

Bagaimana Menurut Anda