Kota Sungai Penuh Tetapkan Tanggap Darurat Covid-19, Termasuk Pembatasan Jam Malam

184

SUNGAI PENUH-JAMBI, BERITAANDA – Pemerintah Kota Sungai Penuh terus berupaya semaksimal mungkin memutus mata rantai penyebaran virus corona (Covid-19). Segala usaha ditempuh demi menyelamatkan warga dari wabah penyakit asal Wuhan itu.

Rabu (13/5/2020), Walikota H. Asafri Jaya Bakri (AJB) memimpin pertemuan dengan Unsur Forkompimda, Ketua DPRD, Plh Sekda Alpian SE MM dan sejumlah kepala SKPD guna membahas dan menetapkan perubahan status Kota Sungai Penuh dari siaga darurat menjadi tanggap darurat.

Perubahan status tersebut setelah mencermati perkembangan di lapangan, dimana terjadi pertambahan jumlah pasien positif Covid-19 di Kota Sungai Penuh. Diharapkan dengan perubahan status ini, dapat membantu mempercepat penanganan Covid-19 di Kota Sungai Penuh.

Sejalan dengan perubahan status menjadi tanggap darurat, pemkot akan mengeluarkan aturan-aturan turunan yang akan diberlakukan di lapangan. Diantaranya kewajiban menggunakan masker, pembatasan jam pasar, pembatasan jam malam, pemberlakuan physical distancing, pelaku usaha di pasar wajib menyiapkan tempat cuci tangan, pedagang dan pembeli melakukan cuci tangan sebelum beraktivitas, melakukan rapid test pedagang di pasar, pengukuran suhu tubuh pedagang / pembeli di pasar, pembatasan berkunjung saat lebaran, pedagang tidak boleh keluar Kota Sungai Penuh serta pembatasan pintu masuk pasar.

Status tanggap darurat akan berlangsung selama 17 hari mulai tanggal 13 sampai 29 Mei 2020, dan dapat diperpanjang menyesuaikan dengan perkembangan situasi di lapangan.

Dipenghujung pertemuan dilakukan penandatanganan berita acara rapat koordinasi dalam rangka penetapan status tanggap darurat bencana non alam Covid-19 oleh Walikota AJB, unsur forkompimda dan Ketua DPRD. (Humas/Tomi)

Bagaimana Menurut Anda