KLHK RI Bantu Padamkan Karhutla di Wilayah OKI

157
Direktur Pengendalian Kerusakan Lahan KLHK RI Ir. Edi Nugroho Santoso didampingi Kapolda Sumsel dan Kapolres OKI saat diwawancarai awak media, Senin (30/10/2023).

OGAN KOMERING ILIR, BERITAANDA – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia (RI) membantu pemadaman karhutla di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).

“Kami didatangi Pak Kapolda Sumsel untuk membantu pemadaman,” ungkap Direktur Pengendalian Kerusakan Lahan KLHK RI Ir. Edi Nugroho Santoso saat berada di Manggala Agni Daops OKI, Senin (30/10/2023).

Menurut Edi, sejauh ini titik api yang masih dominan itu di daerah Jungkal Kecamatan Pampangan dan Desa Cinta Jaya Kecamatan Pedamaran.

“Untuk relatif menurunnya, sebetulnya ini tergantung kondisi alam. Angin yang cukup besar, api yang kecil juga akan membesar,” ujarnya.

Ia menambahkan, mereka berharap kedepan tidak ada lagi sumber baru. Sehingga api yang sekarang ini memang benar-benar dipadamkan.

“Tapi kalau memang muncul sumber api baru, itu yang tidak berhenti-henti. Tentunya ini akan banyak aspek kerjasama,” tuturnya.

Disinggung adakah penambahan petugas dari KLHK untuk di OKI?. Menurutnya, dari sisi KLHK memang agak menambah dari beberapa daerah, tetapi cukup masih terbatas.

“Sehingga ada sumber daya dari Polri, TNI yang tentunya bisa memperkuat. Syukur-syukur nanti masyarakat bisa membantu,” ucapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Dandim 0402/OKI Letkol Inf. Irsyad Mahdi Pane mengemukakan, saat ini untuk hotspot tinggal sisa-sisa saja.

“Sekarang masuk ke 116 hotspot hari ini, fire spotnya baru ketemu 8. Titiknya itu-itu saja, seperti Jungkal, Pedamaran, dan WAJ. Itukan karena garis apinya lumayan besar, makanya terbaca di titik satelit panjang, padahal cuma titik itu,” imbuhnya.

Saat ditanya di Jungkal infonya tidak padam-padam?, menurut Irsyad lantaran masuk gambut dalam dimana api berada di kisaran 150 centimeter di bawah.

“Oleh karena itu, pemadaman memang harus ekstra. 1 tangki paling cuma dapat 1 meter karena disuntik ke dalam,” tandasnya.

Masih katanya, untuk di wilayah Jungkal tim gabungan berjumlah 60 lebih. “Kalau dari TNI untuk sementara belum ada rencana tambahan,” tutupnya. (Iwan)

Bagaimana Menurut Anda