Keseruan Berburu Harta Karun Kerajaan Sriwijaya di Kanal Desa Serdang Cengal

1373

KAYUAGUNG-OKI, BERITAANDA – Sejak 2015 lalu hingga kini, warga ramai mendatangi kanal milik PT Bumi Mekar Hijau di Desa Serdang Kecamatan Cengal Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) untuk berburu harta karun yang dipercaya sebagai peninggalan kerajaan Sriwijaya. Mulai dari cincin, serbuk emas hingga guci ditemukan di dalam kanal yang tidak jauh dari bekas lahan terbakar.

Salah satu pendamping Tim Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jambi, Renggo mengatakan, kalau musim kemarau seperti ini sangat ramai warga dari berbagai desa seperti Cengal dan lainnya, turun mencari harta karun hanya menggunakan serokan saja guna mencari harta karun dalam kanal tersebut.

“Tak heran warga yang berburu rela menginap di dekat lokasi untuk mencari emas hingga berminggu-minggu. Tapi tidak semua berhasil, ada yang tidak menemukan sama sekali harta karun. Tapi bagi yang beruntung, mereka bisa mendapatkan cincin yang dijual dengan harga jutaan rupiah,” terang dia, Jumat (4/10/2019).

Masih kata dia, untuk menjual hasil pencariannya, mereka hanya datang ke Pasar Cengal. Terkadang ada kolektor yang datang langsung ke lokasi untuk membeli hasil harta karun yang ditemukan seperti cincin. Dan kalau menurut informasi, kadar emasnya mencapai 29 karat, sehingga banyak yang tertarik membeli.

“Tapi oleh sebagian pembeli, mereka biasanya melebur kembali emas itu di Palembang. Untuk serbuk emas dijual Rp400 ribu per gramnya, tapi kalau guci biasanya hanya disimpan di rumah, belum ada yang sanggup membelinya,” beber dia.

Selain di Desa Serdang, lanjut lagi, ada juga warga mencari harta karun di Desa Ulak Kedondong, Sungai Tepak dan Desa Kuala Sungai Jeruju.

Kemudian di Sungai Menang Desa Talang Makmur pada 2017 lalu ada keluarganya yang berhasil menemukan cincin emas yang dijual Rp3 juta. Namun sekarang tidak ada lagi warga yang kesana, dikarenakan tidak ditemukan lagi harta karun.

“Di wilayah Kecamatan Tulung Selapan, tepatnya di Desa Simpang Kuala 12 serta Lebung Itam, disana masih ada yang warga yang datang mencari, tapi tidak seramai di Desa Serdang,” imbuh dia.

Wahyudi yang merupakan warga Cengal mengaku, untuk mencari harta karun ia bermodal Rp300 ribu selama satu pekan. Menuju lokasi membutuhkan waktu tiga jam naik sepeda motor, lalu naik perahu ketek selama 40 menit dengan ongkos Rp20 ribu diantar hingga ke lokasi kanal.

“Saya pernah dapat serbuk emas dijual Rp400ribu per gram. Sementara untuk barang berharga lain belum pernah ditemukan hingga saat ini, karena ramai sekali yang turun ke kanal, baik secara perorangan maupun kelompok,” jelas dia.

Kepala Seksi Pemerintahan Kecamatan Cengal, Abdul Maja membenarkan, jika banyak warga yang berburu harta karun. Bahkan ia juga sempat turun bersama warga. Tapi tidak berhasil mendapat emas, hanya mendapat barang antik.

Ditambahkannya, tak hanya warga desa itu saja, banyak warga dari desa lain yang ikut turun mencari harta karun.

“Memang ada warga yang menemukan berbagai barang antik dan lempengan emas, hingga cincin bagi yang beruntung,” katanya.

Sementara Kepala Bidang Kebudayaan, Nila Maryati mengungkapkan, pihaknya sudah mengetahui aktivitas warga yang mencari harta karun di desa tersebut, dan sudah dilaporkan ke BPCB Jambi. Sayangnya hingga saat ini, mereka yang memiliki kewenangan dan tenaga ahli untuk meneliti belum turun ke lapangan.

“Untuk larangan tidak bisa dilakukan, karena yang datang kesana ramai. Jarak yang jauh dan harus melibatkan berbagai pihak untuk pengamanan ini menjadi kendala,” kata dia.

Beberapa tahun sebelumnya, lanjut dia, dari BPCB pernah turun dan mensosialisasikan, bahkan menganggarkan dana untuk membeli barang antik hasil temuan warga. “Karena ini akan diteliti, tapi warga langsung menjualnya ke kolektor dan pasar, sehingga banyak emas yang dilebur,” pungkas dia. (Iwan)

Bagaimana Menurut Anda