Kenalkan Investasi Emas Lebih Mudah Daripada Mata Uang Asing

293

PALEMBANG, BERITAANDA – Bertahun-tahun menggeluti bisnis trading, nyatanya membuat Eko Budhi masih sulit mengajak nasabah awam yang tidak tahu jual beli mata uang asing. Investasi emas lebih familiar dan mudah diterima masyarakat, karena nyata nilainya setiap tahun terus naik dan juga emas familiar digunakan masyarakat sehari-hari.

“Memang masih sulit mengedukasi dan mengajak masyarakat awam bergabung investasi trading, karena mereka khawatir dan kerap dihantui kalimat investasi bodong,” ujar Kepala Cabang PT Rifan Financindo Berjangka, Eko Budhi Prasetyo, Kamis (31/10/2019).

Menjaring nasabah baru untuk berinvestasi, disebutnya, susah-susah gampang. Karena bisnis inilah bisnis kepercayaan, sebab barang yang diperdagangkan bukan barang fisik. Oleh sebab itu, bagaimana perusahaan pialang menjelaskan pada calon nasabah agar tertarik dan percaya menanamkan uangnya untuk bisnis pialang.

“Marketing juga harus jujur mengenai untung rugi, juga resiko bisnis ini, karena jika ada perusahaan investasi yang menjanjikan keuntungan tetap dengan nilai besar maka sudah pasti itu bodong. Calon nasabah harus tahu bahwa perusahaan pialang adalah perusahaan perantara atau broker bukan perusahaan yang mengeluarkan dana, sehingga nasabah harus tahu jika bertransaksi dan rugi bukan disebabkan perusahaan pialang itu, karena perusahaan pialang hanya menyetor dana ke bank penyimpan,” jelasnya.

Dia mengatakan, selama ini nasabah kerap langsung menghakimi perusahaan pialang, penyebabnya jika rugi. Bahkan kerap melaporkan perusahaan pialang ke polisi dengan alasan penggelapan dana oleh perusahaan atau marketing perusahaan tersebut. Padahal hal tersebut adalah ketidakpahaman nasabah bagaimana pola kerja perusahaan pialang.

“Tapi jika nasabah untung, maka mereka akan menganggap itu sudah kewajiban pialang mengarahkan nasabah agar untung. Calon nasabah harus siap untung dan ruginya berinvestasi jangan hanya mau untung saja, tapi jika rugi menyalahkan perusahaan pialang. Sama halnya seperti mencalonkan diri pada pemilu harus siap menang siang kalah. Tapi kenyataannya siap menang tidak siap kalah, begitu juga investasi siap untung tidak siap rugi,” katanya.

Eko menjelaskan perusahaan pialang legal tidak mengelola langsung dana nasabah dan tidak tahu berapa dana nasabah yang ada. Perusahaan broker hanya akan memberikan bimbingan pada nasabah untuk aktif bertransaksi pialang dan memberikan tips, kapan harus bertransaksi agar untung.

“Jadi nasabah mulai dari direktur dan selamanya akan terus didampingi, tidak dilepas. Sehingga mereka bisa berkonsultasi kapan saja dan tahu waktu yang pas membeli atau melepas sahamnya. Perusahaan kita legal dan terdaftar di Bappebti serta diawasi Dinas Perdagangan, bukan bodong seperti imbas paradigma yang salah di masyarakat,” tambah Eko.

Hingga September volume transaksi bilateral atau Sistem Perdagangan Alternatif (SPA) di Sumsel yang mencapai 76.644 lot dan untuk transaksi multilteral atau komoditi terkoreksi sebesar 34.796. Angka tersebut bila ditotal menjadi 194.440 lot. Sedangkan perkembangan transaksi nasional total sampai akhir kuartal III sebesar 401.781 lot.

Rinciannya untuk transaksi multilateral sebesar 114.098 lot dan untuk transaksi bilateral sebesar 287.683 lot.

Dari total target 500 nasabah yang ditargetkan pada awal tahun, kini sudah ada 332 nasabah baru. Sementara untuk pertumbuhan nasabah baru secara nasional total 2.774 nasabah baru

“September lalu Rifan mengantongi piala pialang terbaik nasional peringatan pertama,” tambahnya.

“Nasabah perusahaan pinang ini umumnya adalah pengusaha yang paham dunia investasi, juga matang secara finansial. Palembang dan Lubuklinggau menjadi kota dengan nasabah terbanyak di Sumsel di susul kota lainnya,” pungkas dia. (Febri)

Bagaimana Menurut Anda