Kementerian Kelautan dan Perikanan Akselerasi Pembuatan Pakan Ikan di BPBAT Sungai Gelam

88

JAMBI, BERITAANDA – Kementerian Kelautan dan Perikanan bersinergi dengan Komisi IV DPR RI melaksanakan temu lapang bagi kelompok pembudidaya ikan Kota Palembang dan Kabupaten Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan yang dilaksanakan di BPBAT Sungai Gelam, Jambi, pada Senin (27/6) sampai Selasa (28/6) secara luring dan daring.

Hadir dalam kegiatan temu lapang tersebut, Dinas Perikanan Kota Palembang, Dinas Perikanan Banyuasin, Penyuluh Perikanan Kota Palembang, Penyuluh Perikanan Kabupaten Banyuasin dan kelompok penerima bantuan pemerintah secara luring. Lalu Dirjen Perikanan Budidaya KKP, Direktur Pakan dan Obat Ikan serta anggota Komisi IV DPR RI secara daring.

Dirjen Perikanan Budidaya, TB Haeru Rahayu menyampaikan, hingga saat ini pakan sangat luar biasa dengan harga yang melejit, karena dipengaruhi oleh beberapa factor. Untuk itu, kami mengajak 10 UPT untuk menghasilkan pakan mandiri mulai dari Aceh, Jambi, Lampung, Sukabumi, Karawang, Situbondo, Jepara, Tatelu, Pangandaran dan Mandiangin.

Kemudian Tebe juga menambahkan, karena tahun ini anggarannya terbatas, kita menargetkan pakan mandiri itu sebanyak 700 ton dan tahun depan menjadi 1.000 ton.

“Terima kasih kepada Pak Andy dan teman-teman di Jambi serta Bu Riezky. Kegiatan ini akan memotivasi kami untuk bekerja lebih efisien, lebih cermat dan lebih baik lagi untuk ke depannya,” pungkas Tebe.

Sementara itu, Riezky Aprilia selaku anggota Komisi IV yang membuka kegiatan temu lapang tersebut, saat menyampaikan sambutan dan arahannya menyatakan,  saat ini pakan merupakan salah satu permasalahan yang rumit karena harga yang tidak cukup bersahabat untuk para pembudidaya ikan.

“Jadi, harapan saya untuk teman-teman yang hadir dalam kegiatan temu lapang ini sebanyak 30 orang bukan hanya, kalau bahasa Palembang-nya itu ‘ingin jingok mak mano nian bentuk Sungai Gelam, Jambi, tapi jugo mak mano caronyo biso lebih produktif untuk ke depannyo’. Harapannya kita semua bisa bersinergi agar ke depannya menjadi lebih baik lagi, khususnya terkait pakan untuk budidaya ikan ini,” pungkasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala BPBAT Sungai Gelam Andy Artha juga mengatakan, isu terkait pakan ini sangat bombastis di sektor perikanan karena pakan merupakan 60% dari biaya kegiatan budidaya. Sehingga kami berharap dengan adanya kegiatan ini, kita sadar bahwa betapa pentingnya pakan terhadap kegiatan budidaya ikan.

Beliau memastikan bahwa BPBAT Sungai Gelam memberikan dukungan penuh dalam terlaksananya program dari Ditjen Perikanan Budidaya KKP tersebut, melalui pendampingan pembuatan pakan ikan yang dilaksanakan sehingga program tersebut dapat berjalan dengan baik.

“Dalam kegiatan ini juga, akan kami gambarkan bahwa pakan itu bukan hanya pakan pelet, tetapi dalam kegiatan budidaya ikan juga dibutuhkan dari pakan alami, misalnya membuat kutu air atau moina sehingga dapat dipastikan benih-benih tidak lagi menggunakan pakan pelet yang mahal,” terang Andy.

“Selain itu, kami juga akan memeberikan gambaran terkait modul bisnis yang bisa dikerjakan sesuai yang dilakukan oleh masyarakat, sehingga harapannya dalam pengembangan sektor perikanan di Sumatera Selatan benar-benar menjadi penggerak perekonomian kesejahteraan masyarakat, ” tambahnya.

Pada kegiatan ini juga dilakukan kegiatan teknis di lapangan secara langsung, yakni cara pembuatan pakan ikan dan praktek budidaya pakan alami yang didampingi oleh Tim BPBAT Sungai Gelam.

BPBAT Sungai Gelam selaku UPT KKP yang bertugas di wilayah Sumatera ini akan memperkuat sinergisitas dengan instansi pemerintah daerah maupun masyarakat perikanan sekitar agar program dari KKP ini sukses dilaksanakan. (Humas BPBAT SG)

Bagaimana Menurut Anda