Kasus Penikaman, Asni: Keluarga Terduga Pelaku Kurang Berempati

524

TAPSEL-SUMUT, BERITANDA – Sudah jatuh tertimpa tangga, mungkin istilah yang tepat untuk disematkan kepada Amiruddin Harahap (33) warga Desa Huta Koje Kecamatan Angkola Barat Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), pengemudi minibus angkutan umum trayek Padangsidimpuan – Sibolga.

Pada hari Ahad (16/1/2018) silam, Amiruddin dihujami pisau belati dari arah belakang saat tengah asyik berkonsentrasi mengendarai mobil penumpang berlogo Taksi Madina Utama yang ia kemudikan. Berdasarkan pengakuannya, pelaku penikaman tak lain adalah penumpangnya sendiri.

“Saat itu, saya membawa empat orang penumpang. Memasuki daerah Kelurahan Sitinjak Kecamatan Angkola Barat, Tapsel, saya merasa kesakitan di bagian punggung, dan akhirnya sadar kalau tubuh bagian belakang saya sedang dihujami pisau hingga mencapai empat kali tusukan,” ujar Amiruddin kepada wartawan di RS TNI AD selang beberapa jam setelah kejadian naas yang menimpanya.

Rentetan peristiwa penikaman berlanjut, masih pada hari yang sama, sekitar 400 meter dari kejadian perkara. Seorang pria ditemukan meregang nyawa di kebun salak milik warga, dimana penyebab kematiannya diduga akibat akar menjalar yang melilit pergelangan lehernya. Belakangan diketahui bernama Ododogo Giawa.

Korban penikaman Amiruddin yang disuguhi foto almarhum Ododogo Giawa, masih di hari yang sama ketika menjalani perawatan di RS TNI AD menyebut, sesuai dengan ciri-ciri yang Ia ketahui, pelaku penikam dirinya persis sama seperti foto pria yang ada ditampilan handphone. Ia mengaku 100% yakin, pria tersebut adalah orang yang mencelakai dirinya.

Minggu keempat pasca kejadian, Amiruddin yang merupakan penyangga perekonomian keluarga masih terbaring lemah, luka bekas tikaman empat liang masih menguasai tubuh pada bagian punggungnya. Lewat jasa seorang bidan, sang istri berjibaku dalam memenuhi biaya perobatan guna kepulihan Amiruddin suami tercinta.

“Tulang punggung di keluarga saya, cuma sang suami, saya sendiri tidak bekerja. Sementara pasca kejadian yang menimpa suami saya, suami saya tidak bekerja karena masih proses penyembuhan luka akibat penikaman oleh tersangka, lukanya tampak bernanah, ini juga masih proses penyembuhan dan saat ini terus dalam perobatan ke bidan,” ujar Asni Tanjung ketika dihubungi melalui telepon seluler, Selasa (8/1/2019) kemarin.

Dikatakan Asni, alhamdulillah, untuk segala biaya semasa suami sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit TNI AD Padangsidimpuan, dapat terpenuhi berkat uluran tangan dari pihak direksi Madina Utama. Namun selepas itu hingga kini, dirinya mengaku harus berjuang keras untuk pengadaan beban biaya perobatan yang harus terpenuhi.

Ketika disinggung mengenai apakah dari pihak keluarga terduga pelaku penikam suaminya pernah datang menjenguk, Asni mengakui sama sekali belum pernah. Padahal, kata Asni, selaku pihak yang menjadi korban, sudah seyogyanya keluarga terduga pelaku merasa empati atas penderitaan yang dirasakannya.

“Untuk itulah kami sangat berharap, agar kiranya pihak keluarga terduga tersangka untuk turut serta membantu biaya perobatan suami saya. Sebab selama proses penyembuhan, biaya pengobatannya hanya saya sendiri yang menanggung,” ungkapnya penuh harap. (Anwar)

Bagaimana Menurut Anda