Jejak Panjang Penyidik Helmy Santika Berbuah Pangkat Bintang Tiga

14

BANDAR LAMPUNG, BERITAANDA – Perjalanan panjang Komisaris Jenderal Polisi (Komjen Pol) Helmy Santika di dunia reserse akhirnya berbuah penghargaan tertinggi dalam kariernya. Mantan Kapolda Lampung itu resmi menyandang pangkat bintang tiga setelah menjadi satu dari empat perwira tinggi Polri yang menerima kenaikan pangkat pada Selasa (30/6/2026).

Kenaikan pangkat tersebut bukan sekadar penambahan satu bintang di pundak, tetapi menjadi simbol atas lebih dari tiga dekade pengabdian Helmy Santika di Korps Bhayangkara.

Selama kariernya, lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1993 itu dikenal sebagai penyidik yang berkali-kali dipercaya menangani berbagai kasus besar yang menyita perhatian publik, mulai dari pembunuhan, narkotika lintas negara, hingga kejahatan ekonomi berskala nasional.

Saat ini Helmy menjabat sebagai Perwira Tinggi Inspektorat Pengawasan Umum (Itwasum) Polri, jabatan yang diembannya sejak September 2025. Sebelumnya, ia memimpin Polda Lampung selama hampir dua tahun dan meninggalkan sejumlah capaian penting, khususnya dalam penegakan hukum dan pemeliharaan keamanan wilayah.

Karier Helmy dibangun dari lapangan. Ia mengawali pengabdian sebagai perwira reserse dan kemudian dipercaya menduduki sejumlah posisi strategis, di antaranya Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, Kasubdit Resmob Polda Metro Jaya, Kasubdit Jatanras Polda Metro Jaya, hingga Kapolresta Barelang.

Penugasannya di Barelang menjadi salah satu fase penting yang mengukuhkan reputasinya sebagai penyidik andal. Wilayah yang berbatasan langsung dengan Singapura itu dikenal sebagai jalur rawan penyelundupan. Di sana, Helmy berperan dalam pengungkapan berbagai kasus perdagangan orang serta penyelundupan narkotika lintas negara.

Kemampuannya di bidang penyidikan kemudian membawanya ke posisi yang lebih strategis. Saat menjabat Direktur Reserse Narkoba Polda Kepulauan Riau, Helmy berhasil mengungkap jaringan narkotika internasional. Prestasi tersebut mengantarkannya ke Bareskrim Polri sebagai Wakil Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus, sebelum akhirnya dipercaya memimpin direktorat tersebut.

Di Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus, Helmy menangani sejumlah perkara besar yang menjadi perhatian nasional, mulai dari investasi bodong, pinjaman online ilegal, hingga berbagai tindak pidana ekonomi yang merugikan negara dan masyarakat.

Rekam jejaknya juga tercatat dalam sejumlah kasus kriminal besar yang pernah menyita perhatian publik. Di antaranya pengungkapan kasus pembunuhan berantai Ryan Jombang, pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen, kasus korupsi Gayus Tambunan, penculikan warga negara Malaysia di Kepulauan Riau, hingga penangkapan tokoh kelompok kriminal John Kei.

Ketika dipercaya memimpin Polda Lampung pada 2023, pengalaman panjang sebagai penyidik diterapkannya dalam kepemimpinan di tingkat kewilayahan. Salah satu pencapaian paling menonjol adalah keberhasilan mengungkap jaringan narkotika internasional yang dikendalikan Fredy Pratama, sindikat yang disebut sebagai salah satu jaringan narkoba terbesar di Indonesia.

Selain keberhasilan di bidang penegakan hukum, Polda Lampung di bawah kepemimpinannya juga dinilai mampu menjaga situasi keamanan tetap kondusif selama pengamanan arus mudik, pelaksanaan Pemilu, hingga menghadapi berbagai aksi unjuk rasa di wilayah tersebut.

Di luar tugas kepolisian, Helmy juga dikenal memiliki kepedulian sosial yang tinggi. Sejumlah komunitas pendamping pasien di Lampung menyebut dirinya kerap memberikan bantuan kepada warga yang membutuhkan, baik dalam bentuk dukungan biaya pengobatan maupun kunjungan langsung kepada keluarga pasien.

Kini, dengan pangkat Komisaris Jenderal Polisi yang resmi disandangnya, Helmy Santika menjadi satu dari empat perwira tinggi Polri yang menerima kenaikan pangkat bintang tiga tahun ini. Tiga perwira lainnya yang turut memperoleh kenaikan pangkat adalah Mulia Hasudungan Ritonga, Gatot Tri Suryanta, dan Rudi Setiawan.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, mengatakan kenaikan pangkat merupakan bentuk penghargaan institusi atas dedikasi, integritas, serta capaian kinerja para perwira tinggi.

“Kenaikan pangkat bukan sekadar penghargaan administratif, tetapi juga amanah dan tanggung jawab yang lebih besar,” ujarnya.

Menurut Trunoyudo, Polri berharap para perwira tinggi yang menerima kenaikan pangkat mampu terus memperkuat transformasi Polri Presisi, meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, serta menjaga profesionalisme dalam menjalankan tugas. (*)

Bagaimana Menurut Anda