Implementasikan Sistem IT BSI Bertahap

51

PALEMBANG, BERITAANDA – Setelah dilaunching oleh Presiden Joko Widodo pada awal Februari yang lalu, Bank Syariah Indonesia (BSI) yang merupakan gabungan dari tiga bank syariah, yakni Bank Syariah mandiri, BNI Syariah dan BRI Syariah saat ini memasuki tahap perbaikan sistem.

Area Manager Bank Syariah Indonesia cabang Palembang, Luthfi Bukhori mengatakan, saat ini BSI tengah memasuki tahap implementasi sistem IT.

“Marger ini masih awalan dan masih panjang perjalananya. Di Februari ini baru tiga cabang yang rolling karena ini melibatkan sistem, budaya dan produk,” ujarnya, Jumat (26/2).

Lutfi mengatakan, secara marger, BSI sudah bergabung tidak ada lagi BSM, BRI Syariah maupun BNI Syariah, karena sudah resmi menjadi satu yakni menjadi BSI. Tapi implementasi by sistemnya saat ini baru tiga cabang yang sudah terintegrasi, dan itu baru di tingkat pusat saja di Jakarta, yakni cabang BSI Hasanuddin eks BSM, Jakarta Kebun Jeruk eks BRI Syariah dan Cabang BSD eks BNI Syariah yang sudah dilakukan 21 Februari lalu.

“Jakarta lebih dulu dilakukan pengabungan sistem IT karena di pusat untuk memudahkan koordinasi. Implementasi sistem IT BSI akan dilakukan pada tanggal 21 Februari 2021, ada yang pada tanggal 15 Maret 2021, dan ada yang tanggal 1 Agustus 2021,” kata dia.

21 Februari adalah jadwal implementasi IT BSI di Jakarta dan 15 Maret 2021 itu adalah jadwal implementasi IT BSI pada tiga cabang di Kota Palembang, yakni A Rivai (eks BRIS), Demang (eks BSM) dan Sudirman (eks BNIS), sehingga nasabah semua bank ini bisa bertransaksi cukup di satu dari tiga cabang ini saja.

Barulah pada 1 Agustus mendatang semua nasabah eks tiga bank syariah bisa bertransaksi di semua cabang di BSI tanpa harus ke bank asalnya, karena semua sistem IT sudah terkoneksi dan SDM ke semua bank juga sudah mengerti semua produk banknya.

Penggabungan sistem IT ini sengaja dilakukan bertahap, karena dulu pernah diuji cobakan serentak dan membuat sistem tidak terkendali, sehingga membuat kegagalan transaksi dan kesalahan sistem.

“Jadi nantinya nasabah eks ke tiga bank syariah bisa bertransaksi di semua BSI 1 Agustus, sehingga tidak harus ke bank awalnya. Karena ketiga produk eks bank syariah tersebut sudah tersedia di satu kantor cabang,” jelas Luthfi.

Luthfi Bukhori mengakui, merger ini masih membutuhkan waktu, karena ini menggunakan sistem. Ada sistem yang perlu diperbaiki, terutama untuk menunjang kenyamanan nasabah eks tiga bank syariah tersebut.

Untuk sistem BSI menggunakan kebijakan dari eks Bank Syariah Mandiri (BSM), karena menggunakan sistem BSM. Jadi nasabah eks bank ini tidak ada kendala ketika ada peralihan sistem ke BSI. Tapi untuk nasabah eks BNi Syariah dan BRI Syariah, mereka harus melakukan pergantian buku tabungan, rekening dan mengganti kartu ATM ke BSI.

Untuk pergantian buku tabungan ini akan dilakukan secara bertahap, karena untuk pergantian ini tidak bisa dilakukan by sistem, tapi secara manual. Dimana nasabah tersebut harus datang sendiri ke BSI untuk melakukan perpindahan tersebut.

“Untuk perpindahan rekening harus ada permintaan dari nasabah, karena kalau by sistem dikhawatirkan akan terjadi kekeliruan dalam perpindahan rekening nasabah tersebut,” katanya

Sekarang perpindahan rekening ini sudah diterapkan di Jakarta. Untuk Palembang, bagi nasabah yang ingin mengganti buku atau ATM dilakukan secara bertahap di cabang-cabang yang sudah rollout, seperti BSM Demang Lebar Daun, BRI Syariah Rivai dan BNI Syariah KM 3,5 yang awal Maret ini menjadi cabang yang sudah ready di merger.

Tapi untuk cabang-cabang yang belum rollout masih bisa menggunakan buku tabungan dan ATM di masing-masing cabang eks bank lagecy sebelum rollout. Setelah rollout, nasabah bank tersebut diwajibkan mengantinya dengan kartu ATM atau tabungan BSI.

“Untuk Palembang sendiri yang sudah benar-benar rollout ada tiga cabang, yakni BSM Demang Lebar Daun, BNI Syariah Km 3.5 dan BRI Syariah A Rivai, yang harus segera mengganti rekenig dan ATM-nya,” ujarnya. (Febri)

Bagaimana Menurut Anda