Cabai Tumbuh Subur, Polsek Teluk Gelam Dampingi Warga Bangun Kemandirian Pangan

6

OGAN KOMERING ILIR, BERITAANDA – Cabai yang selama ini kerap dikeluhkan masyarakat karena harganya yang fluktuatif, kini justru menjadi bukti bahwa kemandirian pangan dapat dimulai dari pekarangan rumah sendiri. Hal tersebut terlihat di Desa Sriguna, Kecamatan Teluk Gelam, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), saat jajaran Polsek Teluk Gelam turun langsung memberikan pendampingan kepada warga.

Pada Rabu (4/11/2026) mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai, Banit Binmas Polsek Teluk Gelam Brigpol Ahmad Suparno melaksanakan program 1, yakni pendampingan dan pengecekan lahan pekarangan pangan bergizi dalam rangka mendukung program ketahanan pangan di Desa Sriguna, Kecamatan Teluk Gelam, Kabupaten OKI.

Kegiatan tersebut merupakan wujud nyata peran Polri sebagai penggerak ketahanan pangan. Tidak hanya bertugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), Polri juga hadir untuk mendorong masyarakat agar mampu hidup mandiri, sehat, dan sejahtera melalui pemanfaatan hasil pekarangan rumah.

Setibanya di Desa Sriguna, Brigpol Ahmad Suparno langsung mengunjungi lahan pekarangan milik salah seorang warga, Bapak Lintan.

Dalam suasana akrab dan penuh kekeluargaan, ia menyapa serta berbincang dengan pemilik lahan, mulai dari menanyakan kondisi tanaman, cara perawatan, hingga kendala yang dihadapi selama proses budidaya.

Di pekarangan milik Bapak Lintan tersebut, tanaman cabai terlihat tumbuh subur. Tanaman ini sengaja dipilih karena memiliki nilai strategis bagi kebutuhan keluarga. Selain menjadi salah satu kebutuhan pokok di dapur sehari-hari, cabai juga memiliki nilai ekonomi yang cukup menjanjikan. Ketika harga cabai di pasaran melonjak, warga yang menanam sendiri tidak perlu khawatir dengan kebutuhan rumah tangga, bahkan dapat menjual kelebihan hasil panen untuk memperoleh penghasilan tambahan.

Brigpol Ahmad Suparno tampak teliti saat melakukan pengecekan tanaman. Ia mengamati kondisi batang, daun, hingga buah cabai yang mulai tumbuh. Pengecekan tersebut dilakukan untuk memastikan tanaman dalam kondisi sehat, tidak terserang hama penyakit, serta memperoleh penyiraman dan perawatan yang memadai.

“Pak Lintan ini luar biasa. Tanaman cabainya tumbuh bagus. Ini membuktikan bahwa pekarangan rumah yang dirawat dengan sungguh-sungguh dapat memberikan hasil yang bermanfaat. Tanaman cabai memang kecil, tetapi manfaatnya besar. Untuk kebutuhan memasak sendiri bisa terpenuhi, bahkan hasilnya juga bisa dijual,” ujar Brigpol Ahmad Suparno di sela-sela kegiatan.

Dalam kegiatan pendampingan tersebut, Brigpol Ahmad Suparno juga memberikan motivasi dan edukasi kepada Bapak Lintan agar terus konsisten merawat tanamannya. Ia mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan lahan, melakukan pemupukan secara teratur, serta mengantisipasi serangan hama dengan menggunakan cara-cara alami yang aman bagi tanaman dan lingkungan.

Tidak hanya itu, Brigpol Ahmad Suparno juga mengajak masyarakat Desa Sriguna lainnya agar tidak membiarkan pekarangan rumah kosong dan terbengkalai. Menurutnya, lahan kosong di depan maupun belakang rumah dapat dimanfaatkan untuk menanam berbagai jenis tanaman pangan bergizi, seperti cabai, terong, tomat, kangkung, bayam, hingga tanaman obat keluarga.

“Kalau satu rumah menanam cabai, satu desa bisa swasembada cabai. Kita tidak perlu lagi sepenuhnya bergantung pada pasar. Dari pekarangan, kita bisa berhemat, hidup lebih sehat, sekaligus memperoleh penghasilan tambahan,” tambahnya.

Sementara itu, Bapak Lintan mengaku bersyukur dan semakin termotivasi atas kehadiran polisi di desanya. Ia merasa upayanya dalam membudidayakan tanaman cabai mendapat perhatian dan pendampingan, sehingga semakin bersemangat untuk mengembangkan tanaman tersebut.

“Senang pak polisi datang. Jadi saya makin semangat merawat cabai ini. Kalau sudah panen, untuk kebutuhan memasak di rumah tidak perlu beli lagi. Kalau hasilnya berlebih, bisa dijual kepada tetangga. Alhamdulillah, bisa membantu kebutuhan dapur,” ungkap Bapak Lintan dengan wajah sumringah.

Kegiatan pendampingan tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan santai, tetapi tetap sarat makna. Tidak terlihat adanya jarak antara polisi dan masyarakat. Keduanya berdiskusi layaknya sahabat, saling bertukar pengalaman mengenai teknik bercocok tanam, cara mengatasi hama, hingga harapan agar Desa Sriguna dapat berkembang menjadi desa yang mandiri pangan.

Melalui kegiatan ini, Polsek Teluk Gelam berharap program ketahanan pangan tidak sekadar menjadi program formalitas, melainkan benar-benar menjadi gerakan bersama yang melibatkan masyarakat. Kehadiran Banit Binmas sebagai polisi penggerak diharapkan mampu menginspirasi dan mengajak warga lainnya untuk mulai memanfaatkan pekarangan rumah masing-masing sebagai lahan produktif.

Dari Desa Sriguna, Kecamatan Teluk Gelam, terlihat bahwa ketahanan pangan tidak harus dimulai dari lahan yang luas ataupun modal besar. Cukup dengan memanfaatkan pekarangan rumah, menanam dan merawat cabai dengan tekun, serta didukung pendampingan polisi yang peduli, langkah menuju kemandirian pangan dapat diwujudkan mulai dari lingkungan keluarga. (Iwan)

Bagaimana Menurut Anda