Harga LPG Melon Capai Rp30 Ribu di Tanjungraja Lampura

154

LAMPURA-LAMPUNG, BERITAANDA – Harga isi ulang gas Liquified Petroleum Gas (LPG) 3 Kg (kilogram) di beberapa wilayah di Kabupaten Lampung Utara (Lampura) Provinsi Lampung melambung tinggi dan bervariasi di pasaran dari harga eceran tertinggi (HET) yang ditentukan.

Sontak, hal ini pun dikeluhkan para emak-emak dan pedagang kecil yang sehari-harinya mengandalkan gas LPG 3 Kg untuk kebutuhan memasak.

“Pemerintah tolong dong, lakukan pengecekan di lapangan. Kenapa harga Gas 3 Kg, makin mahal hingga capai Rp30.000,” keluh Nur (45), salah seorang warga Desa Gendot Kecamatan Tanjungraja, kabupaten setempat kepada tim Serikat Media Siber Indonesia (SMSI), Sabtu (25/1/2020), pada saat dikonfirmasi.

Masih kata dia, kenaikan harga itu sudah tidak wajar dan pemerintah perlu mengambil tindakan tegas bagi para pengecer yang seenaknya menjual gas LPG bersubsidi.

‚ÄúPadahal, pemerintah telah menetapkan harga eceran tertinggi (HET) LPG 3 Kg senilai Rp18.000 di Lampung,” katanya.

Keluhan senada juga disampaikan Ani (34), seorang warga Gendot, dimana dirinya seorang ibu rumah tangga itu juga mendesak pemerintah untuk melakukan sidak dan menindak tegas pengecer nakal yang menaikan harga LPG tersebut hingga meroket Rp30.000.

“Mereka mengambil keuntungan cukup besar, dan ini sangat merugikan masyarakat serta pemerintah,” kata dia.

Menurut dia, harga tabung gas isi 3 Kg yang dijual para pengecer sejauh ini dinilai memberatkan masyarakat, khususnya warga yang kurang mampu seperti dirinya.

“Bagaimana rakyat miskin mau maju, kalau harga LPG pun meroket. Yang ada malah susah mas,” terang Ani dengan wajah yang begitu kecewa soal harga yang meroket. (Katrine)

Bagaimana Menurut Anda