Harga Getah Karet Anjlok, Banyak Petani Beralih Profesi Jadi Penebang Tebu

1244
Tampak batang - batang tebu milik PTPN VII Cinta Manis sedang dipanen, Ahad (7/6/2020).

INDRALAYA-OI, BERITAANDA – Harga getah karet yang masih tidak menggairahkan, membuat banyak petani karet beralih profesi menjadi penebang tebu. Bukan tanpa alasan, penghasilan yang dirasa tidak memadai menjadi pemicu banyaknya petani beralih profesi, disamping itu menjadi penebang tebu ternyata lebih menghasilkan secara ekonomi.

“Memang bekerja sebagai penebang tebu bisa seharian di lahan. Namun kalau dibanding menyadap karet, kami nilai lebih menghasilkan pak,” ucap Hasan, salah satu penebang tebu asal Desa Tebedak I ketika dibincangi BERITAANDA, Ahad (7/6/2020).

Sambungnya, alasan itulah yang menjadikan mereka beralih profesi. Apalagi disuasan pandemi corona, harga karet malah semakin memburuk, selain itu produksi getah karet juga menurun.

“Lumayanlah. Kendati lelah yang luar biasa bekerja sebagai penebang tebu, untuk saat ini masih mendingan dibanding menyadap karet. Untuk makan dan belanja sehari-hari kami bisa menghasilkan Rp400 Ribu – Rp600 ribu per pekan,” pungkasnya.

Diketahui, pabrik tebu PTPN VII Cinta Manis yang mempunyai lahan ribuan hektare serta tersebar dibeberapa wilayah dalam kecamatan di Ogan Ilir,  saat ini memasuki musim giling. Di musim inilah banyak warga, termasuk puluhan warga desa tersebut mengais rezeki menjadi penebang tebu. Informasinya per 30 batang tebu, warga mendapat upah Rp1.300. (Adie)

Bagaimana Menurut Anda