Hanya Butuh 10 Jam, Peristiwa Kematian Dadang Suryadi dengan Luka Tembak Berhasil Terungkap

13436
Kapolres OKI AKBP Alamsyah Pelupessy saat press conference di depan ruang instalasi pemulasaran jenazah RSUD Kayuagung, Kamis (2/4/2020) malam.

KAYUAGUNG-OKI, BERITAANDA – Hanya butuh waktu selama 10 jam, terungkap sudah tragedi tewasnya Dadang Suryadi (26), warga Jalur 4 Desa Cahaya Bumi Kecamatan Lempuing Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) yang ditemukan tergeletak bersimbah darah dengan luka tembak di bagian perut, Kamis (2/4/2020).

Dan tak tanggung-tanggung, bukan saja diketahui siapa pelaku yang mengakibatkan pria tersebut tewas hingga ditemukan warga tergeletak di pinggir jalan poros, tepatnya di belakang pos pantau kebun PT BCP Blok 9 Divisi 1 Desa Dabuk Rejo Lempuing sekira pukul 08.00 Wib. Polisi juga berhasil menangkap pelakunya.

Namun lantaran saat upaya penangkapan yang dilakukan Tim Macan Komering Polsek Lempuing bersama Unit Reskrim Polres OKI ini, pelaku yang diketahui bernama Rinto alias Dul (26) asal Desa Cahaya Bumi Lempuing ini melakukan perlawanan dan mengarahkan senjata api rakitan miliknya ke arah petugas, hingga terpaksa dilumpuhkan dan akhirnya tewas.

Kapolres OKI AKBP Alamsyah Pelupessy, SH.,S.Ik.,M.Si didampingi Kasat Reskrim AKP Agus Prihardinika dan Kapolsek Lempuing AKP Darmanson saat press conference di depan ruang instalasi pemulasaran jenazah RSUD Kayuagung, Kamis (2/4/2020) malam sekira pukul 22.00 Wib, menjelaskan kronologi pengungkapan kasus tersebut.

“Kami tadi pagi sekira pukul 08.00 Wib, menerima laporan dari masyarakat, bahwa ada penemuan mayat berjenis kelamin laki-laki di pinggir jalan poros dengan kondisi mengalami 1 luka tembak di bagian perut,” jelas Kapolres.

Setelah menerima laporan ini, lalu Kapolres perintahkan Tim Satreskrim Polres OKI bersama Polsek Lempuing untuk segera melaksanakan penyelidikan atas kasus pembunuhan atau penemuan mayat yang terjadi di desa tersebut.

Kata Kapolres lagi, saat di TKP, di tubuh jenazah korban didapati ada luka tembak di bagian perut dan diketahui juga ada barang yang hilang, yaitu sepeda motor milik korban.

“Sehingga diduga mayat yang ditemukan dan diketahui bernama Dadang Suryadi ini merupakan korban perampokan atau curas dengan menggunakan senjata api,” tandas Kapolres seraya mengatakan, setelah diselidiki terungkaplah siapa pelakunya.

Saat korban Dadang Suryadi ditemukan tergeletak dengan luka tembak di bagian perut, Kamis (2/4/2020) pagi.

Dan sekira pukul 14.30 Wib, diketahui keberadaan pelaku, dan barang bukti juga sudah diketahui posisinya.

Masih kata Kapolres, sekira pukul 17.00 Wib, dilakukan penggerebekan di lokasi pelaku berada di Desa Pematang Panggang Kecamatan Mesuji. Namun saat akan ditangkap, pelaku melakukan perlawanan dengan menggunakan senjata api rakitan.

“Senjata api rakitan itu diarahkan untuk menembak petugas kita, sehingga terhadap pelaku diberikan tindakan tegas mengenai bagian kepala pelaku. Sepeda motor milik korban juga dapat ditemukan. Selanjutnya pelaku dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan. Namun dalam perjalanan ke rumah sakit, pelaku meninggal dunia,” tandas Kapolres.

Ada tiga kasus curas yang dilakukan pelaku ini dalam wilayah Kecamatan Lempuing, dan terakhir korbannya Dadang Suryadi.

Saat pelaku Rinto alias Dul tiba di RSUD Kayuagung dengan kondisi telah meninggal dunia, Kamis (2/4/2020) malam.

Lanjut Kapolres, pelaku juga merupakan residivis kasus curas dengan korban juga meninggal dunia. Itu terjadi pada tahun 2017, dan pelaku sudah menjalani hukuman. Dalam menjalankan aksinya, pelaku ini terkenal sadis serta tidak segan – segan melukai korbannya.

“Barang bukti yang diamankan berupa 1 pucuk senjata api rakitan (senpira) jenis revolver, 2 butir amunisi, 1 unit sepeda motor jenis Honda CBR berikut BPKB milik korban Dadang Suryadi, serta 2 unit handphone,” pungkas Kapolres. (Iwan)

Bagaimana Menurut Anda