Gagal Naik Pesawat, Tumpangi Bus ALS: IRT Ini Dicegat Satgas Covid-19 Sidimpuan

1413
Satgas Covid-19 Kota Padangsidimpuan tengah memeriksa seluruh penumpang termasuk awak bus ALS yang didalamnya terdapat salah satu penumpang yang dinyatakan positif Covid-19.

PADANGSIDIMPUAN-SUMUT, BERITAANDA – Gagal naik pesawat karena ditolak otoritas bandara di Jakarta, Ibu Rumah Tangga (IRT) berinisial SH tetap nekat pulang ke Kota Padangsidimpuan dengan menumpangi bus ALS.

Padahal, alasan utama perempuan paruh baya itu ditolak ikut penerbangan mengingat kondisi kesehatannya yang dinyatakan positif Covid-19. SH juga telah diminta agar menjalani isolasi mandiri di Jakarta, namun tidak diikuti.

SH sebelumnya bertolak dari Kota Padangsidimpuan ke Jakarta untuk berbelanja pakaian guna kebutuhan stok barang dagangannya di pusat pasar di kota asalnya Tapi semasa berada di Jakarta, SH diduga terpapar Covid-19.

Informasi tentang kondisi kesehatan dan kepulangan SH itupun disampaikan seseorang melalui pesan WhatsApp kepada Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, yang juga Walikota Padangsidimpuan, Sabtu (10/7).

Dikatakan dia, SH berangkat naik bus ALS dari Jakarta pada Kamis (8/7) dan diperkirakan tiba di Padangsidimpuan sekitar Sabtu (10/7). Dari kartu identitasnya, perempuan tersebut tercatat sebagai warga Kelurahan Panyanggar.

Namun setelah informasi itu diterima dan ditelusuri di lapangan, benar bahwa SH warga Kelurahan Panyanggar, akan tetapi sudah beberapa bulan tinggal menetap di Kelurahan Losung Batu, Kecamatan Sidimpuan Utara.

Sejak pagi tim Satgas Covid-19 Padangsidimpuan terus memantau posisi keberadaan bus yang ditumpangi SH itu. Hingga akhirnya bus tersebut masuk loket di Jalan Imam Bonjol Padangmatinggi sekira pukul 20.00 WIB.

Begitu bus berhenti, tim Satgas Covid-19 didampingi personil Satpol PP, Polri dan TNI langsung mengarahkan sopir bersama kernet dan seluruh penumpang untuk menjalani Rapid Test/Swab Antigen.

Sementara terhadap SH, langsung dituntun ke tempat karantina milik Pemkot Padangsidimpuan, di Desa Pal IV Pijorkoling, Sidimpuan Tenggara, guna menjalani isolasi sampai nantinya dinyatakan sembuh atau negatif Covid.

Ketua Satgas Covid-19 juga Walikota Sidimpuan Irsan Efendi Nasution membenarkan informasi dan kejadian itu. Dari hasil RdT/Swab Antigen terhadap sopir, kernet dan penumpang bus, semuanya negatif kecuali penumpang yang sudah diamankan tersebut.

Di tempat isolasi, SH meminta agar menjalani isolasi mandiri di rumah. Namun hal itu sulit dipenuhi, mengingat dia terpapar di Jakarta. Sehingga belum diketahui secara pasti apakah yang menularinya itu jenis varian baru, virus Delta atau virus India.

“Sebagai antisipasi, kita tidak memenuhinya. Mengingat di Jakarta banyak ditemukan virus Delta atau virus India yang disebut-sebut lebih ganas dan lebih cepat penularannya,” pungkas Irsan. [Anwar]

Bagaimana Menurut Anda