Fakta Sebenarnya Dibalik Video Viral Bocah SD Kayuh Styrofoam Seberangi Sungai, Ini Kata Kades

785
Kepala Desa Kuala Sungai Dua Belas, Hartoni [foto kiri]. [Foto kanan] penampakan seorang bocah SD mengayuh styrofoam yang viral di media sosial.

KAYUAGUNG-OKI, BERITAANDA – Sebuah video yang memperlihatkan seorang bocah Sekolah Dasar (SD) mengayuh styrofoam menyeberangi sungai viral di media sosial. Diketahui, peristiwa itu terjadi di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumsel.

Dalam narasi video yang beredar, dikatakan jika anak-anak tersebut menyeberangi sungai untuk berangkat sekolah. Video berdurasi 18 detik ini sontak membuat banyak pihak bertanya tentang bagaimana fasilitas infrastruktur di tempat tinggal para siswa tersebut dan beragam komentar lainnya.

Berdasarkan penelusuran video viral ini diambil di Desa Kuala Sungai 12 Kecamatan Tulung Selapan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). Lokasi tempat terjadinya peristiwa ini tepatnya di Dusun Buntuan Desa Kuala Sungai Dua Belas.

Terkait dengan hal itu, kepala desa setempat buka suara. Kepala Desa Kuala Sungai Dua Belas, Hartoni mengatakan, di desanya terdiri dari beberapa dusun dengan jumlah penduduk mencapai 540 kepala keluarga (KK). Sebagian besar warga menetap di daratan, sementara sebagian lain menyebar di kuala-kuala atau muara laut Selat Bangka.

Kata dia lagi, bagi warga yang menetap di kuala, transportasi utama meraka adalah perahu sampan, getek maupun speedboat.

“Ada sekitar ratusan KK yang menetap di kuala tersebut. Mata pencaharian mereka adalah nelayan dan sarang burung wallet. Tranportasi utama mereka melalui jalur air. Secara ekonomi mereka cukup sejahtera dari hasil laut dan burung wallet,” jelas Hartoni, Kamis (23/9).

Hartoni membenarkan terkait aktivitas anak yang menyeberang melewati sungai. Ia mengatakan sekolah dasar (SD) tersebut berada Dusun Buntuan Kuala Sungai Dua Belas. Di desa ini, menurutnya, terdapat dua SD, yaitu di Dusun Darat dan Dusun Buntuan. “Siswanya paling banyak di SD Darat, sebagian di Dusun Buntuan tadi,” terangnya.

Menurut dia, styrofoam yang digunakan siswa untuk menyebarang tersebut umumnya digunakan untuk membawa hasil tangkapan laut yang dibekukan seperti udang maupun ikan. Tambahnya lagi, anak-anak memang terbiasa menggunakan styrofoam tersebut untuk bermain-main di sungai.

“Jadi itu bukan mau berangkat sekolah. Tapi bermain-main sepulang sekolah dan belum berganti baju. Itu biasa bagi anak-anak kami yang tinggal di laut seperti disini. Kalau sehari-hari mereka diantar orang tuanya menggunakan sampan untuk bersekolah atau beraktivitas lain. Orang tuanya orang mampu, bahkan punya speedboat,” terangnya.

Menanggapi video viral tersebut, Kades Hartoni mengatakan, jembatan menuju sekolah bukan prioritas utama, mengingat bukan akses utama perlintasan masyarakat. “Kami yang berada di perairan seperti ini terbiasa menggunakan tranportasi air, karena lebih mudah aksesnya, jangan dibesar-besarkanlah,” terangnya. [Iwan]

Bagaimana Menurut Anda