Dishub OKI Bersama Satlantas Survei Persiapan Jalan Tol Untuk Lebaran, Ini Dia Hasilnya

570

KAYUAGUNG-OKI, BERITAANDA – Agar arus mudik hari raya Idul Fitri 1440 Hijriah berlangsung lancar, Dinas Perhubungan (Dishub) bersama Satlantas Polres Ogan Komering Ilir (OKI) melakukan survei persiapan jalan tol untuk fungsional angkutan lebaran 2019.

Kepala Dishub Kabupaten OKI Antonio Ramadhon, S.Sos., MM saat dikonfirmasi, Jumat (10/5/2019) menjelaskan, survei akses jalan tol ini mulai dari jalur Kayuagung-Sepucuk-Sungai Sodong sampai ke Terbanggi Besar, lanjut ke Lampung unit II.

“Hasil survei kita kalau jalan tol dari Terbanggi Besar-Kayuagung statusnya fungsional. Yang dimaksud dengan fungsional adalah belum seluruh jalur jalan tol mulus, tetapi sudah bisa dilewati,” katanya.

Ada beberapa titik jalur yang masih belum sempurna, katanya lagi, seperti di 164, 165, 166 dan 167. Jarak jalan yang belum benar-benar tol sekitar lebih kurang 3 Kilometer (KM). Saat uji coba atau survei yang dilakukan menggunakan kendaraan roda empat double cabin, jarak tempuh dari Kayuagung sampai Sungai Sodong hanya sekitar 1,5 jam atau 90 menit.

“Berangkat pukul 11.00 Wib sampai sekitar 12.30 Wib. Kecepatan berkendara sekitar 80/100 KM perjam. Nantinya saat arus mudik lebaran kita akan menyiapkan lima pos pantau. Mulai dari daerah Kayuagung, Teluk Gelam, Tugumulyo, Pematang Panggang dan Sepucuk,” katanya.

Disamping itu ia menjelaskan, setelah unit II Lampung, kata Antonio, dari Bakaheuni, Terbanggi Besar dan Mandala statusnya operasional. Artinya sudah sepenuhnya bisa dilintasi dan sudah dikenakan tarif tol.

Sementara saat ditanya mengenai jalur tol Kayuagung-Palembang, kata dia, hasil survei belum bisa dilintasi sepenuhnya, karena masih ada kondisinya tanah merah. Kemarin menggunakan kendaraan roda empat double cabin jarak tempuh Kayuagung-Palembang memakan jarak tempuh waktu 1 jam. Mengapa belum bisa dilalui, karena kata Antonio, masih ada tanah merah.

“Ini juga sudah kita bahas saat rapat dengan pihak provinsi. Kalau menggunakan kendaraan roda empat double cabin memang tidak masalah. Tapi pemudikkan kebanyakan tidak menggunakan kendaraan jenis itu, melainkan kebanyakan menggunakan jenis sedan dan minibus,” katanya.

Yang dikhwatirkan kalau kondisi hujan, lanjutnya, jika jalur itu dipaksakan untuk dilintasi dapat berdampak pada pengendara atau pemudik itu sendiri.

“Setelah survei yang mereka lakukan, hasilnya akan disampaikan kepada Bapak Bupati OKI,” katanya. (Iwan)

Bagaimana Menurut Anda