Didukung Pemerintah Pusat, Pemprov Lampung Perkuat Strategi Lawan TBC

16

BANDAR LAMPUNG, BERITAANDA – Gubernur Rahmat Mirzani Djausal menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Lampung dalam mempercepat eliminasi tuberkulosis (TBC) secara berkelanjutan.

Hal tersebut disampaikan saat mendampingi kunjungan kerja Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus dan Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Benjamin Paulus Octavianus di Gedung Semergou, Bandar Lampung, Selasa (14/4/2026).

Dalam sambutannya, Gubernur menyampaikan bahwa kehadiran dua pimpinan kementerian tersebut menjadi dorongan moral sekaligus penguatan aksi nyata bagi daerah dalam penanganan kasus TBC, khususnya dalam penemuan dini dan penatalaksanaan pasien.

“Kunjungan ini merupakan bentuk perhatian dan dukungan bagi kami di daerah untuk memperkuat komitmen serta aksi nyata sebagai upaya percepatan eliminasi tuberkulosis yang berkelanjutan di Provinsi Lampung,” ujar Gubernur.

Gubernur kemudian menjelaskan bahwa TBC merupakan tantangan serius yang berdampak langsung pada kesejahteraan sosial dan ekonomi.

“Kami menyadari bahwa apabila TBC sudah menyebar di tengah masyarakat, penyakit ini sangat menular, menimbulkan keresahan, menurunkan produktivitas, serta menyulitkan pencapaian target pembangunan,” tegasnya.

Selanjutnya, Gubernur memaparkan keberhasilan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) sebagai bagian dari implementasi Asta Cita Presiden. Melalui program ini, deteksi dini berbagai penyakit tidak menular dapat dilakukan secara masif di tingkat Puskesmas, sehingga diharapkan mampu menekan angka rujukan ke rumah sakit besar seperti RSUD Abdul Moeloek.

Terkait kinerja sektor kesehatan, Provinsi Lampung menunjukkan tren positif. Capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) kesehatan pada tahun 2024 mencapai 103 persen dan meningkat signifikan menjadi 131 persen pada tahun 2025. Sementara itu, tingkat kesembuhan atau enrollment pengobatan TBC sensitif obat mencapai 98 persen pada tahun 2025 dan telah mencapai 81 persen pada triwulan pertama tahun 2026.

Meski demikian, Gubernur menginstruksikan seluruh jajaran, khususnya Pemerintah Kota Bandar Lampung dan para kader kesehatan, agar tidak lengah dan terus meningkatkan penemuan kasus aktif. Ia menekankan bahwa kunci keberhasilan eliminasi TBC terletak pada kekuatan kolaborasi lintas sektor.

“Kita tidak akan mampu mencapai target yang telah ditetapkan pemerintah pusat apabila bekerja sendiri. Diperlukan kolaborasi dengan seluruh sektor, melibatkan masyarakat, komunitas, hingga organisasi kemasyarakatan. Pemerintah saat ini harus cerdas dalam membangun kolaborasi,” tutup Gubernur.

Sementara itu, Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus memaparkan strategi baru yang tidak hanya berfokus pada pengobatan pasien, tetapi juga pada aspek pencegahan. Salah satunya melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang terintegrasi dengan upaya penemuan kasus TBC.

Di Kota Bandar Lampung, Kementerian Kesehatan memproyeksikan pemeriksaan terhadap 20.000 orang yang merupakan kontak erat dari sekitar 4.000 pasien TBC yang ditemukan pada tahun sebelumnya.

“Jika kita ingin memberantas TBC dari Lampung, maka seluruh kontak erat yang belum sakit harus mendapatkan terapi pencegahan (TPT). Kuman harus dimatikan sebelum berkembang,” tegasnya.

Untuk mendukung keberhasilan program tersebut, Wamenkes juga menyampaikan adanya dukungan anggaran serta peningkatan kesejahteraan kader. Kementerian Kesehatan telah mengalokasikan tambahan anggaran sebesar Rp4,1 triliun khusus untuk pemberantasan TBC, termasuk pengadaan alat rontgen dan pemberian insentif bagi kader TB di tingkat desa/kelurahan.

Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus menegaskan bahwa penanggulangan TBC menjadi perhatian khusus Presiden RI dengan target penyelesaian dalam kurun waktu tiga tahun. Ia menekankan bahwa kehadiran pemerintah pusat di daerah bertujuan memastikan komitmen tersebut berjalan hingga ke tingkat akar rumput.

“Bapak Presiden memberikan atensi khusus dan menargetkan dalam tiga tahun persoalan ini harus tuntas,” ujarnya.

Wamendagri juga mengingatkan bahwa TBC bukanlah aib dan masyarakat perlu mendapatkan edukasi bahwa penyakit ini dapat disembuhkan secara total. Ia mendorong kolaborasi aktif dengan TNI, Polri, serta kader kelurahan sebagai ujung tombak deteksi dini guna mewujudkan kualitas sumber daya manusia yang unggul menuju Indonesia Emas 2045. (Katharina)

Bagaimana Menurut Anda