Curhatan Warga Tapsel: Jika Rusuh, Kami Mau Makan Apa?

258

TAPSEL-SUMUT, BERITAANDA – Banyak warga yang mengaku khawatir atas situasi dan gejolak politik yang terjadi pasca pemilu 2019 lalu. Sebab, kondisi seperti itu dikhawatirkan hanya akan menyengsarakan rakyat kecil.

Seperti penuturan Taslim Batubara, warga Desa Aek Libung Sijorni, Kecamatan Sayur Matinggi, Tapanuli Selatan, yang kesehariannya bekerja sebagai supir becak di daerah taman wisata Aek Sijorni.

“Kami sangat berharap kepada seluruh masyarakat dan semuanya, jangan ada yang rusuh-rusuh. Karena jika rusuh, sebagai supir becak, kami mau makan apa. Kami hanya memperjuangkan peru,” ujarnya baru-baru ini.

Dia juga berharap kepada saudara-saudara sebangsa setanah air, untuk bersama-sama menjaga ketertiban dan keamanan, seraya berpesan agar para petinggi berpikir sebelum membuat statemen, karena ucapan para tokoh sangat berpengaruh bagi masyarakat.

“Mohon kiranya para petinggi agar sebelum bicara tolong dipikirkan efeknya pada masyarakat. Mereka harus sadar bahwa ucapan mereka adalah titah bagi rakyat. Kami pun berharap cukup lah MK proses terakhir, dan jangan ada lagi gejolak pasca putusan dengan menerima apapun point putusan MK nantinya,” tutupnya.

Tidak berbeda jauh dengan harapan yang diungkapkan oleh Taslim. Seorang ibu paruh baya penjual mie rebus di lokasi yang sama bernama Sari, juga menyampaikan testimoni kekhawatiran akan kelangsungan hidupnya bilamana kerusuhan itu terjadi.

“Tolonglah kepada segenap masyarakat Indonesia untuk memikirkan kami masyarakat di arus bawah. Kalau ada rusuh-rusuh, tentunya kami tak bisa cari nafkah. Tak paham kami apa itu politik. Wahai para petinggi, lihat dan pikirkan rakyatmu, kami hanya berjuang bagaimana caranya agar perut kami tidak lapar,” tandas Sari. (Anwar)

Bagaimana Menurut Anda