Cerita Shodiq Jadi Orang Nomor 2 di OKI, Ditempa Pengalaman Berliku

261

KAYUAGUNG-OKI, BERITAANDA – Wabup OKI HM. Djakfar Shodiq diminta menjadi pembicara pada acara kemah pintar yang diselenggarakan South Sumatera America Alumni Community di Kota Palembang, Sabtu (8/2/2020).

Dihadapan siswa/i terbaik se-Sumsel yang telah diseleksi dari 17 kabupaten/kota se-Sumsel tersebut, Wabup Shodiq menceritakan sebagian kisah hidupnya.

Shodiq yang lahir di Bojonegoro pada tanggal 22 Februari 1969 silam dari kalangan keluarga menengah ke bawah. Shodiq kecil selalu diajarkan orangtuanya agar taat beragama.

“Orangtua saya marah besar kalo saya sampai lupa sholat, prinsip itu selalu saya pegang sampai sekarang,” ujarnya.

Selepas sekolah, Shodiq selalu bekerja keras untuk membantu orangtuanya, seperti bertani dan memanggul tebu.

Beranjak dewasa, Shodiq yang menggeluti usaha pertanian selalu berusaha menjaga kepercayaan dari orang-orang di sekelilingnya, bahkan ia memiliki jiwa sociopreneur.

“Tahun 1990-an saya mencoba usaha wartel, karena hidup di daerah transmigrasi banyak warga yang membutuhkan komunikasi dengan keluarganya di Pulau Jawa, sehingga bukan hanya berorientasi pada keuntungan, namun dapat membantu warga,” katanya.

Kepada peserta kemah pintar, wabup berpesan agar pintar membaca peluang.

“Selalu posisikan diri kita sebagai pendengar, petiklah ilmu dari lawan bicara, semakin banyak mendengar, semakin tajam analisa kita membaca peluang,” kata dia.

Atas kepercayaan yang telah dibinanya dengan masyarakat, Shodiq dipercaya untuk menjadi kepala desa, anggota DPRD, dan saat ini menjabat wakil bupati.

Tak lupa ia berpesan kepada pemuda agar patuh dan hormat kepada orangtua.

“Ibu memegang peranan penting dalam hidup saya, sampai sekarang pun ibu merupakan penasihat hidup saya,” pungkas dia. (Iwan)

Bagaimana Menurut Anda