Bupati Tapsel ke Peserta KKL UGNP: Jangan Hidup di Menara Gading

59

TAPSEL-SUMUT, BERITAANDA – Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel) Syahrul M. Pasaribu meminta agar mahasiswa Universitas Graha Nusantara Padangsidimpuan (UGNP) memperhatikan apa saja yang harus dilakukan saat di lokasi KKL.

Permintaan itu disampaikannya kepada para peserta KKL UGNP yang akan terjun ke desa, dusun, kampung, atau lingkungan sekitarnya pada Kamis (3/9/2020), saat berbicara di aula di acara pembekalan dan pemberangkatan 192 peserta KKL, di aula kampus III UGNP.

“Adinda sekalian harus mengikuti pemaparan apa saja yang disampaikan pembicara,” sebut Bupati Syahrul di sela acara pembekalan dan pemberangkatan peserta kuliah kerja lapangan (KKL) UGNP tahun akademik 2019-2020 itu.

Tampak hadir Walikota Padangsidimpuan Irsan Efendi Nasution, Bupati Mandailing Natal Dahlan Hasan Nasution, Ketua YADPI UGNP Roddani Hasibuan, unsur Kejari, Polres, Civitas Akademika UGNP, berikut 192 peserta KKL.

Menurut Syahrul, KKL ini sejak dulu diprogramkan oleh pemerintah dengan tujuan bagaimana seorang calon-calon pemimpin itu bisa beradaptasi, bisa menyerap aspirasi sekaligus biasa melihat kondisi sosial ekonomi di tengah-tengah masyarakat.

“Untuk apa kita melaksanakan KKL?, agar kita tidak hidup seperti di menara gading. Hanya melihat keindahannya saja dan keindahan itu bisa dicapai apabila kita melakukannya dengan penuh perjuangan dan kerja keras untuk mencapai harapan dan tujuan,” ujarnya.

Pada bagian lainnya, terkait penegerian UGNP, kata bupati, berbagai upaya dan cara untuk itu telah dia lakukan semenjak menjadi bupati pada periode pertama di tahun 2010. “Kala itu saya berjuang untuk areal perkantoran Pemkab Tapsel yang ditempati di Sipirok,” imbuhnya.

Ketika itu areal perkantoran Pemkab Tapsel diserahkan oleh Menteri Kehutanan RI Zulkifli Hasan. Dan, sebagai wujud dari dukungan dan support Syahrul atas dunia pendidikan, dia juga telah mengupayakan sembari mempersiapkan lahan untuk UGN seluas 40 hektare.

“Lahan persiapan tersebut terletak di kawasan perkantoran Bupati Tapsel,” singgungnya, dan kembali ke topik pembekalan dia meyakini para peserta akan dapat menyerapnya dengan baik.

Apalagi, sambung bupati, pembekalan KKL ini merupakan wadah untuk saling mengenal antar satu mahasiswa dengan lainnya. “Dan pastinya aaya berharap, seluruh mahasiswa berikut para dosen yang akan melaksanakan KKL menjadi contoh bagi masyarakat nantinya,” tandasnya.

Tidak lupa, Syahrul juga mengingatkan seluruh peserta KKL agar pada saat menjalani program KKL ikut serta menggaungkan pentingnya menjalankan protokol kesehatan. “Sampaikan edukasi pencegahan penyebaran Covid-19 bagi masyarakat kita di lokasi KKL,” pesan dia.

Itu sebagai bentuk dukungan para peserta KKL terhadap program pemerintah di fase adaptasi kebiasaan baru (AKB). “Seperti menggunakan masker, sering cuci tangan, dan jaga jarak. Itu merupakan ikhtiar kita bersama guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” ujar bupati. (Anwar)

Bagaimana Menurut Anda