Bupati Sergai Terima Audiensi APKASI, Paparkan Permasalahan di Bidang Pendidikan

153

SERGAI-SUMUT, BERITAANDA – Bupati Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) dan Wabup terima audiensi Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI), serta dilanjutkan dengan sosialisasi program unggulan bidang pendidikan Matematika dan Bahasa Inggris, bertempat di ruang bupati, Selasa (29/10/2019).

Staf Ahli Bidang Pendidikan dan Kesehatan APKASI, Himmatul Hasanah, MP menjelaskan, APKASI sebagai organisasi pemerintah kabupaten seluruh Indonesia yang beranggotakan 416 kabupaten, memiliki visi dan misi strategis bagi daerah yang dituangkan kedalam tugas pokok dan fungsi APKASI yang bermuara pada terciptanya pemerataan yang nyata, pembangunan berkelanjutan, dan terciptanya kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia.

“APKASI menyampaikan perjuangan kita di bidang pendidikan. Fokus tiga hal terkait kualitas pendidikan kita di level internasional yaitu program peningkatan mutu guru. Antara lain dengan metode smart teaching, bagaimana mengajar itu lebih menyenangkan,” jelas dia.

“APKASI juga melihat, tenaga pengajar harus mendapat perhatian dan bimbingan intensif, sehingga proses transfer ilmu di sekolah berlangsung baik, proses belajar menyenangkan, ada interaksi aktif antara pendidik dan anak didik, serta bagaimana menciptakan orientasi pada hasil,” pungkas dia.

Bupati Sergai Ir H Soekirman mengucapan terimakasih dan kehormatan atas kunjungan serta perhatian APKASI di Kabupaten Serdang Bedagai ini.

“Pemerintah daerah sangat mengapresiasi perhatian dan rencana solusi bagi para guru honorer saat ini. Terkait hambatan dan segala permasalahan dengan subjek guru honorer, semuanya bergantung pada tiga hal yaitu kompetensi, distribusi dan remunerasi,” terang dia.

“Di Asia, tingkat kemampuan bahasa Inggris masyarakat Indonesia masih di bawah Malaysia dan India, lalu diikuti oleh Korea Selatan, Vietnam, Jepang dan Taiwan. Hal tersebut menunjukkan perlu adanya kesadaran dari masyarakat Indonesia, khususnya guru untuk meningkatkan kemampuan dalam berbahasa Inggris, yang disertai dukungan dari berbagai pelaku sektor pendidikan, baik dari sektor formal maupun informal,” tambah dia.

“Kemudian permasalahan kedua adalah kurang meratanya distribusi tenaga pendidik, khususnya tenaga honorer. Dari total 5.905 jumlah ASN Kabupaten Sergai, 4.000 orang diantaranya tenaga fungsional (tenaga pendidik dan kependidikan), serta terdapat 1.530 tenaga kontrak. Dari jumlah tersebut masih terdapat beberapa wilayah yang kekurangan guru, khususnya mata pelajaran Matematika dan Bahasa Inggris,” jelas dia.

Sementara Wabup Sergai H. Darma Wijaya menambahkan, mutu pendidikan kita harus ditingkatkan. Kemudian hindari dan hilangkan pola fikir mencari keuntungan pribadi saja, ketimbang bekerja ikhlas dan mengabdi sebagai tenaga pendidik.

“Untuk memperbaiki hal tersebut di atas, hendaknya kita cari akar masalah dari problematika pendidikan, sehingga nantinya setelah hal yang tidak baik akan diperbaiki, yang buruk ditinggalkan, serta mari menyatukan tujuan bersama untuk masyarakat yang cerdas dan sejahtera,” tegas dia.

“Jika hal tersebut dapat kita lakukan, maka Insya Allah mutu pendidikan kita akan meningkat dengan sendirinya. Niatkan untuk kebaikan kita semua, dan kelanjutan pendidikan anak cucu kita kelak,” pungkas dia. (Dipa)

Bagaimana Menurut Anda