Bupati Nias Sampaikan Nota Pengantar P-RPJMD Tahun 2016-2021

164

NIAS-SUMUT, BERITAANDA – Bupati Nias Drs.Sokhiatulo Laoli MM menyampaikan nota pengantar pada perubahan rencana pembangunan jangka menengah desa (P-RPJMD) Kabupaten Nias tahun 2016-2021, dalam paripurna penyampaian perubahan RPJMD Kabupaten Nias tahun 2016-2021, Senin (10/6/2019).

Dalam Nota pengantarnya, Bupati Nias menyampaikan, RPJMD merupakan penjabaran dari visi, misi dan program kepala daerah yang memuat tujuan, sasaran, strategi, arah kebijakan, pembangunan daerah dan keuangan daerah, serta program perangkat daerah dan lintas perangkat daerah yang disertai dengan kerangka pendanaan yang bersifat indikatif untuk jangka waktu 5 (lima) tahun yang disusun dengan berpedoman pada RPJPD dan RPJMD.

Selanjutnya, dokumen rancangan awal P-RPJMD Kabupaten Nias tahun 2016-2021 ini merupakan bagian dari keluaran (output) atas pentahapan penyusunan perubahan RPJMD.

Jelas bupati lagi, beberapa yang bersifat substantif yang melatarbelakangi perubahan RPJMD Kabupaten Nias tahun 2016-2021 antara lain, apabila berdasarkan hasil pengendalian dan evaluasi tidak sesuai dengan perkembangan keadaan atau penyesuaian terhadap kebijakan yang ditetapkan oleh pemerintah pusat, sebagaimana dimaksudkan pada Pasal 264 Ayat (5) UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang pemerintah daerah.

Selanjutnya, pertimbangan lainnya sehingga diperlukannya perubahan RPJMD yakni terjadinya perubahan yang mendasar sebagaimana dimaksudkan pada Pasal 342 ayat (1:C) Permendagri Nomor 86Tahun 2017 tentang tata cara perencanaan pengendalian dan evaluasi pembangunan daerah, tata cara evaluasi ranperda tentang RPJPD dan RPJMD, serta tata cara perubahan RPJPD, RPJMD dan RKPD, perubahan yang mendasar sebagaimana dimaksud mencakup terjadinya bencana alam, goncangan politik, krisis ekonomi konflik sosial budaya, gangguan keamanan, pemekaran daerah atau perubahan kebijakan nasional.

Beberapa perubahan yang terkait dengan kebijakan nasional dimaksud yakni, pengaturan kinerja perangkat daerah dalam dokumen perencanaan pembangunan daerah dan penerapan sistem akuntabilitas kinerja instansi pemerintah (SAKIP).

“Dalam penilaian tersebut, komponen perencanaan kinerja mempunyai bobot tertinggi yakni sebesar 30% dan pengukuran kinerja yakni sebesar 25%, dibandingkan dengan komponen pelaporan kinerja sebesar 15%, evaluasi kinerja 10% dan capaian kinerja sebesar 20%. Dengan pertimbangan-pertimbangan tersebut, maka Pemkab Nias menyusun P-RPJMD Kabupaten Nias tahun 2016-2021 yang diawali dengan penyusunan rancangan awal P-RPJMD Kabupaten Nias tahun 2016-2021,” pungkas Sokhiatulo. (Ganda)

Bagaimana Menurut Anda