Bupati Iskandar Inisiasi Masjid Agung Sholihin Jadi Pusat Kajian Islam dan Wisata Religi

18

KAYUAGUNG-OKI, BERITAANDA – Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir [OKI] melakukan penataan kawasan Masjid Agung Sholihin pada tahun ini. Pembangunan ini diprediksi akan meningkatkan geliat keagamaan serta wisata, khususnya di bidang religi di kawasan Masjid Agung Sholihin Kayuagung.

Bupati OKI H. Iskandar, SE melalaui Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Pemukiman (PRKP) Ir. Asmar Wijaya mengatakan, pengembangan kawasan masjid merupakan inisiasi bupati sebagai perwujudan OKI lebih Maju, Mandiri dan Sejahtera (Mandira) yang berlandaskan iman dan taqwa.

“Kita lakukan dalam dua tahap. Untuk tahun ini berupa pembangunan ruang pertemuan, perbaikan menara, penggantian lantai masjid, serta beberapa penambahan ruang,” ungkap Asmar, Selasa (6/4).

Sementara pada tahapan kedua (2022), tambah Asmar, dilakukan pengembangan sekitaran masjid dan pagar keliling.

Ketua Masjid Agung Sholihin Kayuagung H. Antonius Leonardo mengatakan, kawasan Masjid Agung di pinggiran Sungai Komering itu memiliki unsur historis dan religi yang bisa dikelola tanpa menanggalkan fungsi utamanya sebagai pusat dakwah dan studi agama Islam.

“Masjid Agung Sholihin milik umat dan juga merupakan aset Pemda OKI, layak untuk dikembangkan jadi pusat wisata religi untuk membangun perekonomian masyarakat sekitar,” terang Anton.

Anton menerangkan geliat kegamaan dan aktivitas sosial di masjid milik pemda ini terus berkembang mulai dari pendidikan anak-anak melalui TPA, penghapal Alquran, kajian keislaman hingga pembinaan ekonomi kemasyarakatan.

“Masjid bukan hanya pusat beribadah, tapi manfaatnya juga bagi warga sekitar,” terang Anton.

Anton mengungkapkan, dana yang dikelola Masjid Agung Sholihin mencapai Rp 1 miliar pertahun. Dana yang diperoleh dari zakat, infak, shodaqah dan arisan kurban jemaah masjid itu, tambah Anton, tidak mengendap di rekening masjid, namun dimanfaatkan bagi warga yang berhak.

“Dana dari infaq dan shadaqoh itu dikelola dengan manajemen yang baik, seperti bantuan yatim piatu, umrah gratis, sisanya untuk operasional masjid,” terang pria yang juga menjabat Asisten I Setda OKI ini.

Pada masa pandemi Covid-19, terang Anton, masjid menyalurkan bantuan bagi anak yatim di Kecamatan Kota Kayuagung. “Ada ratusan anak yatim yang jadi anak asuh masjid. Kita bantu 500 ribu per bulan selama tiga bulan, untuk meringankan beban mereka pada masa pandemi,” terangnya.

Atas nama jemaah dan pengurus Masjid Agung, Anton mengapresiasi Pemkab OKI yang secara intens membantu serta membangun pengembangan kawasan masjid tersebut. “Alhamdulillah kami sangat apresiasi kepedulian Pak Bupati yang sudah membangun Masjid Agung Sholihin,” katanya.

Pembangunan dan penataan kawasan Masjid Agung Sholihin, tambah Anton, akan meningkatkan fungsi masjid. Selain memberikan keamanan dan kenyamanan, pengembangan ini renacananya juga difungsikan sebagai lokasi wisata religi, melalui pembangunan sejumlah fasilitas penunjang, seperti areal manasik haji, fasilitas pendidikan, potong hewan kurban, hingga pusat kajian keagamaan. [Iwan]

Bagaimana Menurut Anda