BNN Jalin Kerjasama dengan PT Sampoerna Agro

541

PALEMBANG, BERITAANDA – Badan Narkotika Nasional (BNN) menjalin kerjasama dengan perusahaan PT Sampoerna Agro Tbk guna mencegah dan memberantas peredaran gelap narkotika di kalangan karyawan dan pekerja dalam lingkungan Sampoerna Agro, Selasa (23/4/2019).

Kerjasama itu dilaksanakan di Fave Hotel Palembang, ditandai dengan penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) yang dilakukan langsung oleh Chief Operation Officer (COO) PT Sampoerna Agro Tbk Parluhutan Sitohang dan Kepala BNN RI Komjen Pol Drs Heru Winarko SH MH diwakili Deputi Pencegahan BNN Irjen Pol. Drs. Ali Johardi SH MH.

Dimana disaksikan Kepala BNN Provinsi Sumsel Brigjen Pol. Drs. Jhon Turman Panjaitan, Wakapolda Sumsel Brigjen Pol. Denni Gapril, Komjen Pol (Purn) Drs. Saut Usman Nasution, Dir Res Narkoba Polda Kombes Pol. Farman, Kapolres OKI AKBP Donni Eka Syaputra, Kepala BNN Kabupaten H. Ahmad S.Sos, dan Kasat Narkoba OKI AKP Herry Yusman, serta karyawan Sampoerna Agro.

Chief Operation Officer (COO) PT Sampoerna Agro Tbk Parluhutan Sitohang mengatakan, bahaya narkoba tidak bisa kita pungkiri, baik di Provinsi Sumatera Selatan bahkan seluruh Indonesia. Karena narkoba dapat merusak badan pengguna sendiri. Untuk itu, kami mengawali dari diri sendiri dan perusahaan untuk melakukan pencegahan sejak dini.

“Demikian besar dampak bahaya narkoba terhadap badan sendiri, secara operasional akan merusak gaya hidup, bermalas-malas, pekerja juga tinggi emosional. Dan selalu gelisah sehingga dalam pekerjaan ataupun dalam rumah tangga akan selalu terjadi hal-hal yang tidak menguntungkan,” katanya.

Oleh karena itu, kami berpendirian dengan memperhatikan dampak negatif peredaran narkoba maka bekerjasama dengan BNN Pusat, BNN Kabupaten, Polda Sumsel untuk lakukan pencegahan. Masih kata Parluhutan, salah satu upaya dengan telah merehab pengguna narkoba di lingkungan perusahaannya, yakni bernama Riko Saputra yang kini telah mampu menjalankan rehab.

“Riko salah satu karyawan perusahaan kami yang menjadi korban narkoba, dan kini Riko telah menjalani rehab selama 6 bulan dengan mengikuti berbagai tahapan,” ujar Parluhutan.

Lanjut dia, ini upaya pihak Sampoerna Agro Tbk melakukan pencegahan bahaya narkoba di lingkungan karyawan dan pekerja. Maka itu, pihaknya akan selalu melakukan pengecekan rutin karyawan dan pekerja dengan cara tes urine secara mendadak.

Pelaksanaan kesepakatan keduanya tersebut, dituangkan dalam perjanjian kerjasama antara lain, perencanaan dalam program pencegahan baik berupa kegiatan pencegahan primer, sekunder, maupun tersier, pemberian arahan, bimbingan serta pelatihan dalam pelaksanaan tugas para relawan anti narkoba, pembekalan kepada tim medis, dan tugas penindakan.

Kepala BNN RI Komjen Pol Drs Heru Winarko SH MH diwakili Deputi Pencegahan BNN Irjen. Pol. Drs Ali Johardi SH MH menyampaikan ucapan terimakasih atas kerjasama perusahaan Sampoerna Agro yang telah peduli dengan pencegahan narkoba.

“Terimakasi Sampoerna Agro yang telah memulai dalam pencegahan narkoba, untuk seluruh karyawan dan pekerja. Diharapkan juga tak hanya pekerja tetapi masyarakat sekitar harus diperhatikan,” tegas Irjen Ali yang berharap pihak kepolisian jangan menghukum pengguna narkoba berlebihan, karena mereka pengguna narkoba sebagai korban untuk diri sendiri.

“Harus kita tingkatkan upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika,” tegas Irjen Pol Ali dihadapan Kapolres OKI AKBP Donni Eka Syaputra dan Kasat Narkoba AKP Herry Yusman, karena sudah banyak contoh di kita, pengguna narkoba malahan dihukum seberat-beratnya. Hukuman itu, tentu kita telah melanggar HAM.┬áKarena hal inilah, Irjen Pol Ali mengajak bersama-sama melakukan pencegahan bukanlah sebaliknya, mengambil keuntungan dari peredaran narkoba.

“Terus terang bisnis narkoba ini bisnis yang menggiurkan, untung yang paling besar. Itupun kalau tidak ditangkap oleh Kapolres,” ucap Irjen Pol Ali seraya bercanda ketika memberikan sosialisasi narkoba sekaligus tanya jawab terkait upaya pencegahan dan pemberantasan penyalanggunaan dan peredaran gelap narkotika. (Iwan)

Bagaimana Menurut Anda