Benih Lobster Hasil Pendederan Segmentasi I BBPBL Lampung Dibantukan ke Pembudidaya

66

PESAWARAN-LAMPUNG, BERITAANDA – Balai Besar Perikanan Budidaya Laut (BBPBL) Lampung memberikan bantuan benih lobster bagi pembudidaya, pada kegiatan sosialisasi budidaya lobster dan diseminasi pakan dan obat ikan, Rabu (15/9), di auditorium BBPBL Lampung Desa Hanura Kabupaten Pesawaran.

5 orang pembudidaya lobster di teluk Lampung menerima bantuan 2.500 ekor benih lobster pasir, masing-masing 500 ekor ukuran 5-7 gram (jangkrik) hasil pendederan dari segmentasi 1.

“Ini belum banyak, tapi ini sesuatu yang strategis bahwa kita bisa memelihara benih bening lobster dari tahap yang paling awal,” ujar Kepala BBPL Lampung Ir. Ujang Komarudin AK M.Sc di sela – sela kegiatan.

Pembudidaya yang menerima bantuan tersebut masing – masing adalah Tohadi, Sugito dan Ashari dari P. Pasaran, Bandar Lampung. Santi Jelita dari Ringgung Pesawaran, serta Ricky dari PT. Saibatin Perikanan Indonesia, Tanjung Putus.

Ujang Komarudin juga menyampaikan bahwa untuk mengatur kegiatan usaha budidaya lobster di Indonesia, Kementerian Kelautan dan Perikanan mengeluarkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan (Permen KP) Nomor 17 Tahun 2021 tentang pengelolaan lobster. Peraturan menteri tersebut diantaranya menyatakan bahwa usaha budidaya lobster terbagi empat segmentasi, yakni 2 segmen pendederan dan 2 segmen pembesaran.

“Sedangkan fase kritis yang paling sulit adalah di tahap pendederan pertama yang dimulai dari benih-bening lobster sampai dengan ukuran 5 gram,” terangnya.

Ujang Komarudin kembali mengungkapkan dengan peraturan menteri tersebut, kita juga memberi semangat kepada pembudidaya, bahwa mereka juga mendapat perhatian dari pemerintah, khususnya dengan terbitnya Permen KP Nomor 17 Tahun 2021.

“Dan memberi semangat, bahwa kita semua bisa memelihara bening bening lobster dari tahap yang paling awal. Selama ini kan yang kita dengar kan hanya Vietnam saja yang bisa,” jelas dia.

Hingga saat ini BBPBL Lampung telah mengidentifikasi. Terdapat keramba jaring apung (KJA) cukup banyak, yaitu di Teluk Lampung dengan 2.200 kotak (lubang). Dan yang spesifik memelihara lobster ada 850 kotak.

“Berarti sepertiga dari kapasitas KJA yang ada di Teluk Lampung tersebut, sementara jumlah pembudidayanya ada 50,” pungkas Ujang Komarudin. (Katrine)

Bagaimana Menurut Anda