Bekerjasama dengan BSB, Dishub OKI Terapkan Pembayaran Non Tunai di UPTD Pengujian Kendaraan Bermotor Kayuagung

78

KAYUAGUNG-OKI, BERITAANDA – Bekerjasama dengan pihak Bank Sumsel Babel [BSB], Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) Provinsi Sumatera Selatan kini mulai terapkan sistem pembayaran non tunai bagi pengendara saat bertransaksi di UPTD pengujian kendaraan bermotor Kayuagung.

Dengan begitu, untuk biaya retribusi yang dibebankan kepada pengemudi atau pemilik kendaraan penumpang umum dan barang, usai ikuti rangkaian kegiatan pengujian kendaraan bermotor sebagai tanda bahwa kendaraan tersebut layak digunakan di jalan raya, cukup menggunakan BSB Cash.

“Jadi tidak lagi tunai, kita mulai terapkan sistem pembayaran non tunai dengan menggunakan BSB Cash. Selain permudah masyarakat dalam bertransaksi, hal ini juga sebagai langkah antisipasi terjadinya pungli di kantor UPTD pengujian kendaraan bermotor Kayuagung,” ujar Kadishub OKI, Antonio Romadhon, S.Sos MM, Selasa (21/9).

Oleh karenanya, hari ini kita melaunching pembayaran pengujian kendaraan bermotor menggunakan kartu uang elektronik BSB Cash. Jelas dia, selain antisipasi terjadinya pungli dan praktek percaloan, juga bertujuan untuk mengurangi peredaran uang tunai saat berlangsungnya kegiatan pengujian kendaraan bermotor.

“Juga mempermudah masyarakat dalam bertransaksi, karena BSB Cash ini multi fungsi, bukan hanya dapat digunakan untuk pembayaran retribusi pengujian kendaraan bermotor, tetapi juga dapat digunakan saat berbelanja di supermarket dan tol, LRT, serta Trans Musi di Palembang,” jelas dia.

Di waktu sama, hari ini kita juga lakukan kegiatan deklarasi mendukung zero over dimensi over loading (ODOL) tahun 2023. Lanjut dia, tujuannya untuk mendukung program pemerintah pusat yaitu Kementerian Perhubungan RI, yang sudah dicanangkan.

“Turut menjaga kondisi jalan agar tetap aman dan nyaman saat dilalui, dengan tidak ada lagi kendaraan yang over dimensi over loading (ODOL) serta bantu meminimalisir kerugian negara dalam pemeliharaan jalan rusak dan kecelakaan akibat kendaraan ODOL,” tegas dia.

Direktur Kepatuhan dan Management Resiko Bank Sumsel Babel, Ir Mustakim mengatakan, launching sistem pembayaran secara elektronik ini, salah satu bentuk dukungan Bank Sumsel Babel kepada Pemerintah Kabupaten OKI dalam memberikan kemudahan bagi masyarakat.

“Dengan pembayaran menggunakan kartu uang elektronik BSB Cash, kita berharap kontak secara fisik antara masyarakat dan petugas di UPTD ini juga dapat berlangsung secara elektronik. Kita memberikan layanan ini juga dalam rangka mengurangi peredaran uang tunai,” ujar dia.

Sistem ini cukup sederhana, masyarakat cukup beli kartu BSB Cash, lalu langsung menggesekkan ke mesin tapping yang telah disediakan. Jelas dia, jadi masyarakat tidak perlu bawa atau sediakan uang tunai setiap bertransaksi, baik di UPTD ini, supermarket, tol, LRT dan Trans Musi.

“Ada satu hal lagi keuntungan dibalik pembayaran non tunai ini, kita berharap, mohon maaf, tidak terjadi bentuk – bentuk pembayaran yang tidak resmi. Karena dengan secara elektronik, jumlah yang ditagih dan masuk rekening pemda itu tercatat secara benar,” tandas dia.

Disamping itu, tugas dari UPTD pengujian kendaraan bermotor Kayuagung ini dapat terbantu dalam hal memberikan laporan. Lanjut dia, karena laporan itu otomatis sudah terekam, sehingga petugas UPTD tidak perlu repot-repot lagi untuk merekap.

Sementara itu, Bupati OKI H Iskandar SE diwakili oleh Kepala Badan Pengelola Pajak Daerah Kabupaten OKI, Suhaimi, AP M.Si mengatakan, BSB Cash ini merupakan suatu kemudahan yang diberikan oleh pemerintah daerah maupun pihak Bank Sumsel Babel kepada para pengguna jasa ini.

“Juga untuk meminimalisir hal – hal tidak diinginkan, seperti pungli dan pertukaran mata uang palsu atau sejenisnya. Jadi ini memang dapat antisipasi terjadi kecurangan – kecurangan yang tidak bertanggung jawab di OKI, seperti disampaikan Kadishub tadi,” tegas dia

Dengan di launching pembayaran non tunai menggunakan BSB Cash di kantor UPTD pengujian kendaraan bermotor Kayuagung ini, lanjut dia, sebagai titik awal kerjasama yang berkelanjutan untuk memberantas terjadinya pungli dan praktek percaloan serta meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah yang bebas dari Korupsi. [Iwan]

Bagaimana Menurut Anda