Baru Beberapa Bulan Dibangun Plafon Ruang SD Ini Ambruk, Ancam Keselamatan Siswa

395
Salah satu ruangan SDN 8 Rambang Kuang plafonnya ambruk, Rabu (30/10/2019).

INDRALAYA-OI, BERITAANDA – Plafon gedung Sekolah Dasar Negeri 08 Rambang Kuang (RBK)  Kabupaten Ogan Ilir yang berlokasi di Desa Tanjung Bulan, di beberapa ruang kelasnya ambruk. Informasi dari masyarakat, ambruknya plafon tersebut diketahui pada Rabu (30/10/2019).

Mengingat rawannya kejadian susulan dan juga adanya keretakan di beberapa dinding bangunan, aktifitas belajar di ruangan itu pun terpaksa dialihkan di ruang lainnya, sembari menunggu perbaikan dari pihak terkait.

Sementara itu, aktivis Laskar Melayu Indonesia (LMI) Rambang Kuang, Sugeng Mora Jumi, nampak menyesalkan kejadian ini.

Dirinya menduga, pembangunan gedung tersebut tidak dilakukan secara benar, dan banyak praktek yang di luar ketentuan dalam proyek berlangsung.

Inilah kalo mengerjakan proyek, gak mikiran orang banyak, hanya mikiran perut dan kepentingan pribadi, masyarakat jadi korban. Masih untung kejadian di malam hari, kalau pada jam belajar siswa, saya gak tau berapa banyak jatuh korban,” ucap Sugeng dengan logat bahasa Medan.

Atas hal itu pula, Sugeng dan rekannya bermaksud akan meminta pertanggung jawaban pemborong dari proyek gedung yang baru beberapa bulan dibangun itu. Dia menekankan, apabila tak segera diperbaiki, pihaknya akan mengadukan hal ini ke aparat penegak hukum, baik di Ogan Ilir maupun di Kota Palembang.

“Ya, kita tidak main – main, apalagi sekolah ini ada di daerah kami. Kami warga merasa dicurangi. Kemudian lantaran kejadian ini, memunculkan ketakutan anak – anak sekolah di desa ini untuk masuk ruang kelas. Semacam trauma, khawatir tiba – tiba ada yang ambruk lagi,” pungkasnya.

Salah satu cor balok bagian atap di salah satu ruangan juga terlihat retak, berpotensi ambruk.

Hingga berita ini dirilis, belum terkonfirmasi siapa pemborong yang mengerjakan proyek SDN 8 RBK tersebut.

Sementara dihubungi via WhatsAap, Arianto selaku Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ogan Ilir menyarankan agar kepala sekolah tersebut untuk membuat lampiran dan permohonan, dan dia memastikan akan segera menindak lanjuti. (Adie)

Bagaimana Menurut Anda