Ayah Bejat di OKI Tega Perkosa Anak Tirinya

261
Ilustrasi.

KAYUAGUNG-OKI, BERITAANDA – Bejat, seorang ayah perkosa anak tirinya dengan cara kedua tangan dan kaki korban diikat. Perbuatan lelaki yang berinisial AI warga Kecamatan Mesuji Makmur Kabupaten OKI ini terjadi Kamis (16/4/2020) silam sekira pukul 00.30 Wib.

Saat itu, istrinya pergi ke kebun sedangkan pelaku tinggal di rumah bersama korban dengan 2 (dua) orang adiknya. Melihat sang istri telah keluar rumah, lalu pelaku masuk ke dalam kamar tidur yang saat itu ada korban berinisial SN (14) bersama kedua adiknya dalam keadaan tidur.

Karena kamar itu tidak memiliki pintu, sehingga pelaku mudah masuk ke dalam kamar tersebut. Setelah di dalam kamar, pelaku langsung mendekati dan membekap mulut korban dengan menggunakan tangan sebelah kanannya.

Selanjutnya, pelaku mengikat kedua kaki korban dengan menggunakan kain di tiang rumah dan ke lemari. Setelah itu, pelaku menaikan rok dan menurunkan celana dalam yang dipakai korban sebatas lutut, lalu dengan buas pelaku melakukan pemerkosaan terhadap korban.

Usai melakukan pemerkosaan terhadap anak tirinya, pelaku keluar dari kamar dan duduk di ruang tengah. Beberapa hari kemudian, korban pergi bersama bibinya ke rumah kakek korban, lalu korban menceritakan kejadian tersebut kepada kakeknya.

Terkait peristiwa bejat yang terjadi ini, Kapolres OKI AKBP Alamsyah Pelupessy melalui Kasat Reskrim Polres OKI AKP Agus Prihadinika SH SIK saat dimintai keterangan oleh wartawan, membenarkan adanya kasus tersebut.

“Kejadian ini dilaporkan oleh kakek korban berinisial RN, dan kasus ini ditangani oleh unit PPA Polres OKI dibantu anggota Polsek. Sat Reskrim langsung bergerak untuk menangkap pelaku,” ujar dia.

Kemudian pada Kamis (13/8/2020) sekira pukul 21.00 Wib, pelaku berhasil ditangkap di rumahnya tanpa perlawanan dan langsung dibawa ke Polres OKI.

Kata dia lagi, diamankan juga barang bukti 1 helai kain panjang (yang digunakan untuk mengikat kaki korban), 1 helai baju warna coklat, 1 helai brok warna coklat dan 1 helai celana dalam.

“Atas perbuatannya tersebut tersangka dikenakan Pasal : 81 Ayat 1 Jo Pasal¬† 81 Ayat 3 UU No. 17 Tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti Undang-undang No. 01 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU No. 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara,” pungkas dia. (Iwan)

Bagaimana Menurut Anda