Awal Ramadhan, Ajang Silaturahmi Mantan Napiter dengan Kapolda Sumsel

7

PALEMBANG, BERITAANDA – Enam [6] orang mantan narapidana teroris (napiter) di wilayah Kota Palembang bersilaturahmi dengan Kapolda Sumatera Selatan Irjen. Pol. Prof. Dr. Eko Indra Heri, S MM bersama jajarannya, Rabu (14/4) lalu.

Dalam pertemuan yang berlangsung santai tersebut, Kapolda berharap napiter dapat membantu Polda Sumsel untuk mencegah masuk dan berkembangnya paham intoleransi, radikalisme dan terorisme di tengah-tengah masyarakat.

Kapolda menyatakan, sebelumnya Polda Sumsel sudah pernah melaksanakan silaturahmi di tempat keluarga napiter di daerah Kebun Bunga. Dia juga menyebut dalam bulan baik yang penuh barokah ini kepada para eks napiter, Kapolda menyampaikan jangan ragu bila perlu bantuan.

“Mudah mudahan silaturahmi ini menjadikan kita lebih erat, tidak ada agenda-agenda tersembunyi karena manusia harus bermanfaat kepada manusia yang lainnya, apalagi di bulan suci Ramadan ini,” ujar Kapolda.

Beberapa mantan napiter yang turut hadir yakni Abdurrahman Taib. Ia mengatakan, silaturahmi Ini adalah langkah awal yang baik untuk kegiatan selanjutnya.

“Setelah bebas kami terus melakukan perbaikan ekonomi keluarga eks napiter. Sudah terbentuk yayasan namanya Pelita Bersatu Indonesia yang pengurusnya merupakan para eks napiter. Dan kami yang hadir disini sudah NKRI, sudah merah putih,” jelas dia.

Mantan napiter lainnya, Ali Mashudi, juga menyampakan dirinya pada bulan Januari yang lalu melamar kerja ke PT Wilmar yang bergerak di bidang sawit.

“Tapi saya belum diterima juga. Saya minta bantuan kepada Bapak Kapolda,” harapnya.

Terakhir, Ani Sugandi yang memiliki pondok pesantren di Desa Bumiarjo Kecamatan Lempuing Kabupaten OKI, masuk tanpa biaya (gratis), sampai dengan saat ini masih mencari siswa yang tidak mampu bersekolah.

Di akhir pertemuan, Kapolda Sumsel memberikan bantuan dan bingkisan sebagai tali asih kepada eks napiter. “Apa yang dilakukan jajaran Polda Sumsel merupakan merupakan wujud kepedulian Polda Sumsel terhadap keenam (enam) orang mantan napiter,” ungkapnya.

Di wilayah hukum Polda Sumsel sejauh ini tercatat ada 16 mantan napiter, dimana salah satunya masih dalam katagori merah/radikal. Sebanyak 4 orang napiter dan 24 orang simpatisan atau pendukung paham radikal.

Terpisah, Sekretaris FKPT Sumsel Ahmad Romi Afriansyah, memberikan mengapresiasi apa yang dilakukan Polda Sumsel dalam hal kegiatan silaturahmi serta mengucapkan terima kasih. “Kalau bisa jangan putus sampai disini saja,” harapnya. [Iwan]

Bagaimana Menurut Anda