Api Mengintai di Bawah Gambut, Petugas Berjibaku Padamkan Karhutla di Tulung Selapan

11

OGAN KOMERING ILIR, BERITAANDA – Asap putih terus mengepul dari hamparan lahan gambut di Desa Penanggoan Duren, Kecamatan Tulung Selapan, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). Dibalik permukaan tanah yang tampak mulai tenang, bara api masih mengintai dan berpotensi kembali menyala.

Kondisi tersebut membuat petugas gabungan harus bekerja ekstra keras untuk memastikan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) benar-benar padam dan tidak merembet ke area lain.

Pemadaman dilakukan dengan menyasar titik-titik yang masih terbakar sekaligus melakukan pembasahan secara menyeluruh terhadap permukaan lahan gambut. Petugas juga terus menyisir kawasan yang masih mengeluarkan asap untuk mendeteksi keberadaan bara.

Medan gambut menjadi salah satu tantangan dalam proses pemadaman. Api tidak hanya membakar permukaan, tetapi dapat merambat dan bertahan di bawah tanah. Kondisi ini membuat bara berpotensi kembali muncul meski kobaran api di permukaan telah berhasil dipadamkan.

Karena itu, proses pendinginan menjadi bagian penting dalam penanganan karhutla di lokasi. Air disemprotkan ke area terdampak, terutama pada titik-titik yang masih mengeluarkan asap, guna memastikan bara benar-benar padam.

Kapolres OKI AKBP Eko Rubiyanto menegaskan keselamatan personel tetap menjadi prioritas dalam setiap operasi penanganan karhutla.

“Kami terus melakukan upaya pemadaman dan pendinginan. Yang paling penting, api jangan sampai meluas dan keselamatan personel tetap menjadi prioritas,” katanya, Senin (7/9/2026).

Menurut Eko, penanganan karhutla tidak berhenti setelah kobaran api berhasil dijinakkan. Pemantauan dan pendinginan lanjutan tetap diperlukan untuk memastikan tidak ada bara yang kembali menyala.

Terlebih, kondisi lahan gambut yang kering membuat api relatif mudah merambat dan sulit dikendalikan. Petugas pun tidak hanya berfokus pada api yang terlihat, tetapi juga memastikan kawasan gambut mendapat pembasahan secara maksimal.

Upaya tersebut dilakukan untuk menekan risiko munculnya kembali titik api sekaligus mencegah kebakaran meluas ke area lain.

Dia juga mengimbau masyarakat tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar. Api yang awalnya kecil dapat dengan cepat membesar, terutama saat kondisi lahan kering dan angin bertiup kencang.

“Masyarakat segera melaporkan apabila menemukan titik api atau kepulan asap di kawasan hutan dan lahan agar dapat ditangani sedini mungkin,” pungkasnya. (Iwan)

Bagaimana Menurut Anda