Aman dan Nyaman Bertransaksi Non Tunai di Tengah Pandemi dalam Genggaman

20

PALEMBANG, BERITAANDA – Dewi sejak lama menjadi pengguna aplikasi pembayaran non tunai Linkaja dan merasakan benar manfaatnya. Hampir dua tahun dia menggunakan aplikasi tersebut membuatnya nyaman bertransaksi karena tidak perlu lagi membawa uang tunai saat belanja. Cukup membawa smartphone saja dan tinggal scan dan transaksi beres.

Transaksi non tunai dengan Linkaja juga bisa digunakan di pasar tradisional, minimarket hingga melakukan beragam pembayaran dan tagihan dari smartphone juga bisa.

“Butuh pulsa atau token listrik tengah malam tinggal isi saja bebas biasa transaksi, juga dapat cash back, jadi banyak untungnya,” ceritanya ketika dibincangi BERITAANDA.NET, Senin (30/11/2020).

Dewi juga merasakan manfaat lain dari pembayaran non tunai ini karena juga bisa dikoneksikan dengan beragam aplikasi lainnya, misalnya layanan pesan antar makanan hingga bisa membeli bahan bakar minyak (BBM).

Selain itu menggunakan Linkaja, juga bisa menghemat waktu tidak harus antre ke anjungan tunai mandiri (ATM) untuk mentransfer uang, karena transfer juga bisa dilakukan dengan mudah dan bebas biaya ke semua bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dan tanpa ada minimum jumlah transfer.

Sementara itu Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumatera Selatan (Sumsel) Hari Widodo mengatakan, pembayaran non tunai menjadi solusi transaksi aman dan nyaman di tegah masa pandemi, karena bisa menghindari kontak langsung dengan pembeli sehingga bisa menekan penyebaran Covid-19.

Transaksi non tunai juga memberikan banyak manfaat bagi pengguna atau juga merchant itu sendiri. Bagi merchant transaksi non tunai memberikan kemudahan karena transaksi langsung tercatat pada sistem perbankan sehingga pembukuan rapi dan sistematis.

Trasaksi non tunai juga memberikan kemudahan tidak harus menyediakan kembalian uang kecil lagi karena pembayaran yang dilakukan dengan jumlah pas, sehingga tidak harus ada uang kembalian.

“Alhamdulilah pertumbuhan ekonomi Sumsel menunjukkan tren positif meski dua kuartal terkontraksi karena kondisi rumah tangga terus naik seiring mulai kembalinya aktivitas masyarakat, namun juga harus dibarengi dengan pemulihan kesehatan dan pemulihan ekonomi dengan transaksi non tunai,” ujar Hari Widodo di sela webminar transaksi aman dengan cashless secara virtual, Senin (30/11/2020).

Sementara itu, ekonom senior DKSP Bank Indonesia, Ringi Gundala mengatakan, penggunaan transaksi non tunai di masa pandemi naik. Hingga 20 November tercatat merchant QRIS usaha kecil, mikro dan menengah 156.507 merchant di Sumsel dengan jumlah merchant terbanyak 96 ribu di Palembang.

Secara nasional QRIS sudah digunakan oleh 5,3 merchant dan 85 persen atau 4,5 juta usaha kecil dan mikro. QRIS digunakan oleh 27 bank dan 22 lembaga non bank. “Transaksi dengan QRIS itu keren, mudah, kekinian sekaligus mendukung program pemerintah mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak dan sosial distancing,” ujarnya.

Transaksi Non Tunai Efektif Tekan Penyebaran Covid-19

Pengamat ekonomi Universitas Sriwijaya, Yan Sulistyo mengatakan, transaksi non tunai sudah digalakkan pemerintah sejak tiga tahun lalu dan tahun ini masyarakat dipaksa bertransaksi non tunai karena pandemi Covid-19.

Transaksi non tunai cocok digunakan sat pandemi, karena pengguna tidak harus menggunakan uang tunai lagi dan tinggal scan sehingga tidak bersentuhan langsung antara pembeli dengan pelanggan sehingga tetap menjaga jarak.

Transaksi non tunai juga kini sudah menjadi bagian gaya hidup masyarakat perkotaan karena didukung perangkat yang mumpuni dan juga jaringan yang bagus, sehingga semuanya tinggal scan dan beres. Transaksi juga bisa dilakukan dari rumah saja tanpa harus datang ke toko tersebut sehingga mudah dan praktis.

“Pengguna dimudahkan dengan praktisnya transaksi dan penyedia layanan juga untung, karena setiap transaksi non tunai juga memberikan benefit bagi mereka, sehingga membuat keduanya sama-sama diuntungkan dan juga mendukung pemerintah menggalakkan transaksi non tunai untuk meminimalisir penggunaan uang kartal,” ujarnya. (Febri)

Bagaimana Menurut Anda