Aksi Pembongkaran Makam Kembali Terjadi di Desa Serigeni Lama

752

KAYUAGUNG-OKI, BERITAANDA – Aksi pembongkaran dan pemindahan makam kembali terjadi di Desa Serigeni Lama Kecamatan Kayuagung Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Senin (28/10/2019) pagi.

Kejadian yang sama sebelumnya juga pernah terjadi pada Agustus 2019 lalu.

Informasi yang dihimpun, makam yang dibongkar kali ini dari Rofiah binti Amad Roni yang dikuburkan pada 2012 lalu, terletak di tanah pemakaman keluarga di Dusun I, Desa Serigeni Lama, Kecamatan Kayuagung. Meski belum diketahui secara pasti pemicu dari pembongkaran makam tersebut, namun pengakuan dari Amad Roni (55) yang merupakan ayah dari almarhumah bahwa aksi ini dilatari masalah keluarga.

Selain dilatari masalah keluarga, aksi bongkar makam ini juga sempat dikaitkan dengan isu pemilihan kepala desa (pilkades) di desa setempat.

Dijelaskannya, dirinya melakukan pembongkaran terhadap makam sang anak berawal dari pertemuannya dengan pemilik tanah, Romadon, yang masih merupakan keluarganya.

Roni menyebut bahwa Romadon ini merupakan salah satu simpatisan salah seorang calon kades di desanya.

“Waktu itu pulang mandi dipanggil Romadon. Ditanya cak mano kendak kamu tu, nak pilih siapo. Tapi belum kami jawab,” katanya.

Lanjut dia menceritakan, setelah pertemuan tersebut dirinya kembali bertemu dengan orang lain yang menyampaikan pesan dari Romadon yang mengajak agar memilih ke salah satu calon kepala desa. Bahkan dari pertemuan tersebut, menurutnya, ada ajakan agar ia memilih ke salah satu calon, meski awalnya Roni enggan menyebut kalau pembongkaran makam ini karena berbeda pilihan dalam pilkades.

Roni menambahkan, pada saat pembicaraan dengan ‘suruhan’ dari Romadon ini juga sempat ada perkataan tentang pemindahan makam.

“Ini sebenarnya masalah keluarga, tidak ada keterkaitan dengan pilkades. Tapi memang ini ada menuju ke salah satu pihak calon kades,” ujarnya seraya menambahkan, sebenarnya dirinya berat untuk memindahkan makam anaknya.

Salah seorang keluarga Roni, Irwan mengungkapkan, sebenarnya pihak keluarga sangat menyayangkan aksi pemindahan ataupun pembongkaran makam ini. Karena dengan aksi tersebut, selain membuat heboh, juga bisa menyudutkan salah satu pihak calon.

Ditambahkannya, dirinya juga menyayangkan jika benar ada orang lain yang menghembuskan isu ini dengan ajang pilkades.

“Kami dari keluarga sebenarnya sudah melarang agar tidak dibongkar, tapi rupanya masih dilakukan. Kami tidak bisa lagi melarang, apalagi menyuruh, dan juga ini sudah ramai isunya,” kata dia.

Hal senada juga diungkapkan salah seorang tokoh masyarakat setempat, Edison.

Dikatakannya, memang saat ini di desa tersebut akan dilaksanakan pilkades serentak. Namun dirinya sangat menyayangkan kenapa pembongkaran makam itu dikaitkan dengan kontestasi politik ini.

“Saya juga baru tahu kalau ada itu (pembongkaran makam). Yang saya dengar itu antar keluarga, tapi karena suhu politik disini sedang panas karena akan ada pilkades, ada saja pihak yang mengaitkan hal ini,” ujarnya.

“Kalau dilihat, ini sama seperti sebelumnya, isunya digiring ke pilkades sehingga seolah disini politiknya begitu panas dan mencekam. Padahal bisa kita lihat sendiri tidak ada itu (mencekam), semuanya aman-aman saja, masyarakat masih bisa beraktivitas seperti biasa dengan tenang, bisa keluar rumah dengan aman,” tuturnya.

Terpisah, Camat Kayuagung Dedi Kurniawan mengaku pihaknya belum bisa memberikan komentar lebih jauh terkait masalah ini. Karena, menurut dia, pihaknya masih mencari kejelasan terkait masalah ini, apakah ini murni terkait pilkades atau memang hanya dihubung-hubungkan saja.

“Kita berharap semua unsur ikut menjaga situasi agar kondusif, jangan sampai suatu kejadian biasa, setelah dikaitkan dengan pilkades menjadi kejadian luar biasa. Seperti halnya kejadian pemindahan makam yang lalu,” jelasnya.  (Iwan)

Bagaimana Menurut Anda