14 Jemaah Umroh Sekadau Bertolak ke Mekkah

18

SEKADAU-KALBAR, BERITAANDA – Sebanyak 14 orang jemaah umroh asal Kabupaten Sekadau Kalbar diberangkatkan, Kamis (24/2). Pelepasan jemaah dihelat di Masjid Besar Al – Falah Sekadau Hilir.

Dari jumlah tersebut, tercatat hanya 3 jemaah laki – laki, sedangkan 11 lainya merupakan jemaah wanita.

Pemberangkatan jemaah umroh asal Kabupaten Sekadau ini, merupakan yang pertama kali setelah ibadah haji dan umroh dihentikan Pemerintah Indonesia dan Arab Saudi di tegah pandemi Covid-19 sejak tahun 2019 lalu.

Pelepasan jemaah umroh ini dihadiri sejumlah pihak, baik dari penyelenggara (travel), pemerintah daerah dan Kantor Kementerian Agama.

Chairudin selaku Kasi Bimas Haji dan Umroh Kantor Kementerian Agama Sekadau berpesan kepada jemaah agar tetap menjalankan protokol kesehatan, serta mengikuti aturan penyelenggaraan ibadah di massa pandemi.

“Jemaah akan menjalani PCR dan isolasi/karantina serta mematuhi prokes,” kata Chairudin.

Ia menyatakan pihaknya menerima laporan sebanyak 13 jemaah yang akan berangkat. Namun juga ditambah satu jemaah lainya yang telah terdata.

Dengan adanya pemberangkatan jemaah umroh ini, Chairudin meletakan harapnya menjadi awal adanya pemberangkatan jemaah, baik haji maupun umroh.

“Dua tahun terakhir tidak ada pemberangkatan jemaah haji dan umroh, kami dari Kementerian Agama   berharap jemaah haji tahun 2022 inj juga dapat diberangkatkan,” beber dia.

Senada, H.Fendy selaku Asisten I Bupati Sekadau juga mengingatkan jemaah umroh agar tetap menjaga prokes di tengah wabah Covid-19 saat ini.

“Jemaah agar dapat menjaga fisik selama melaksanakan ibadah,” pesan Fendy.

Dikarenakan komposisi jemaah didominasi wanita, Fendy meminta jemaah pria agar dapat menjaga jemaah wanita selama melaksanakan ibadah.

Salah satu jemaah, Maimunah, wanita paruh baya asal Sekadau Hilir ini mengungkapan kegembiraannya dapat menjalankan ibadah umroh.

“Kalau daftar haji, daftar tunggunya sudah belasan tahun, karena itu memilih umroh saja. Ini juga Alhamdulillah bisa diberangkatkan di tengah pandemi seperti ini,” papar ibu berusia 56 tahun itu.

Semula, Maimunah dan keluarga berniat untuk mendaftarkan diri sebagai peseta ibadah haji. Namun dikarenakan beberapa tahun terakhir situasi pandemi yang berimbas pada di stopnya pemberangkatan jemaah haji maupun umroh, dirinya memutuskan untuk menjalankan ibadah umroh saja.

“Kami yang berangkat tentunya akan mendoakan juga semoga ibadah haji nantinya bisa dilaksanakan seperti dulu, tidak hanya umroh yang sudah bisa dimulai,” timpal ibu tiga anak itu.

Pemberangkatan jemaah umroh asal Kabupaten Sekadau ini difasilitasi travel Manara Tanjung.

Pelepasan simbolis jemaah dilaksanakan secara seremonial pemasangan sal travel umroh oleh Asisten I Bupati kepada dua perwakilan jemaah.

Meski bisa diberangkatkan, jemaah harus menjalani beberapa tahapan protokol kesehatan, seperti vaksinasi, swab, PCR dan karantina, baik pada saat keberangkatan maupun kepulangan nantinya. (Arni)

Bagaimana Menurut Anda