Walikota Gunungsitoli Hadiri Acara Ibadah Bersama BNKP dan GNKP-Indonesia

476

GUNUNGSITOLI–SUMUT, BERITAANDA – Walikota dan Wakil Walikota Gunungsitoli menghadiri acara ibadah bersama BNKP dan GNKP-Indonesia, bertempat di Gereja BNKP I Kota Gunungsitoli. Senin (10/6/2019).

Walikota Ir. Lakhamizaro Zebua menyampaikan bahwa ibadah yang dilangsungkan saat ini merupakan ibadah memorial, yakni merupakan perwujudan kesepakatan rekonsiliasi yang sudah lama dirindukan.

Dalam kesempatan ini, Sinode BNKP dan Sinode GNKP-Indonesia menorehkan peristiwa bersejarah dalam perkembangan gereja di Kepulauan Nias, yaitu ‘Kesepakatan Berekonsiliasi’ yang berarti kesepakatan untuk memulihkan hubungan dan komitmen membangun kebersamaan dan persaudaraan yang sejati dalam persekutuan gereja yang utuh sebagai anggota tubuh Kristus.

“Atas peristiwa bersejarah ini, Pemerintah Kota Gunungsitoli sangat mengapresiasi seraya menyampaikan ucapan terimakasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Sinode BNKP dan Sinode GNKP-Indonesia, kiranya hasil kerja dan karya pelayanan ini menjadi hormat dan kemuliaan nama Tuhan Yesus Kristus sebagai kepala gereja,” ujar walikota.

Selanjutnya, walikota menekankan bahwa momentum ini menunjukkan bahwa Sinode BNKP dan Sinode GNKP-I telah mewujudkan kasih Tuhan sebagaimana tertulis dalam Kitab Yohannes Pasal 17 ayat 20-26, yang menyatakan: ‘Supaya Mereka menjadi Satu’. Bahwa sesungguhnya selama ini telah terjalin interaksi sosial antara warga kedua Sinode cukup harmonis, hal ini telah menunjukkan benih-benih  rekonsiliasi itu telah tumbuh sejak lama, bahkan tanpa kita sadari telah berjalan secara alamiah, karena kasih Kristus sesungguhnya telah mempersatukan kita bersama.

“Ibadah bersama dan penandatanganan nota kesepahaman pada hari ini merupakan simbolik-pernyataan formal bahwa kedua Sinode sepakat berekonsiliasi,” kata dia.

Walikota menitipkan pesan kepada para tokoh, warga jemaat dan pihak terkait untuk secara bersama-sama mewujudkan kesepakatan rekonsiliasi ini dalam berbagai tingkatan jenjang pelayanan di BNKP dan GNKP-Indonesia.

“Selain itu, perlu dibangun dialog antara gereja-gereja. Karena sesungguhnya gereja terpanggil bukan untuk menjadikan orang beragama, tetapi terpanggil bekerja dalam rencana dan kehendak Allah bagi keselamatan dunia dan ciptaan-Nya. Dialog merupakan sarana membangun kesatuan pemahaman dan komitmen dalam menghadirkan nilai kehidupan cinta kasih,” jelas dia.

Di akhir sambutannya, atas nama Pemerintah Kota Gunungsitoli, walikota menyampaikan terimakasih kepada Sinode BNKP dan Sinode GNKP-Indonesia atas dukungan dan kerjasama yang telah diberikan dalam proses penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan di Kota Gunungsitoli selama ini.

Untuk diketahui, bahwa pada acara yang diawali dengan laporan tim rekonsiliasi oleh SNK Dr. Adieli Zega dan pembacaan naskah MoU rekonsiliasi oleh SNK. Ir. Agustinus Zega ini, dilanjutkan dengan penandatanganan dan penyerahan naskah MoU rekonsiliasi oleh kedua pimpinan Sinode yang dilanjutkan dengan kata penggembalaan, yakni dibawakan oleh Ephorus GNKP-Indonesia, Pdt. Faat Zebua, M.Th dan Ephorus BNKP, Pdt. Tuhoni Telaumbanua, M.Si. Acara ini juga diisi dengan Koor Jemaat GNKP-Indonesia dan Koor Jemaat BNKP, yang diakhiri dengan maena bersama.

Acara berlangsung khidmat, yang dihadiri oleh Bupati Nias, Ephorus BNKP bersama jajaran BPHMS, Ephorus GNKP-Indonesia bersama jajaran BPHS, kepala daerah se-Kepulauan Nias atau yang mewakili, Sekda Kota Gunungsitoli, pimpinan Sinode Gereja dan pimpinan organisasi gereja, para pendeta dan hamba Tuhan, tokoh masyarakat dan tokoh agama beserta segenap jemaat dan hadirin. (Ganda)

Bagaimana Menurut Anda