Usai Merasakan Dinginnya Lantai Penjara Selama Beberapa Tahun, Ateng Lagi-lagi Masuk Bui

302

SERGAI-SUMUT, BERITAANDA – Warga Kecamatan Perbaungan Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) yang diketahui bernama Suherman alias Ateng (46) ini kembali harus mendekam di sel penjara usai terlibat masalah narkoba.

Pada tahun 2010 yang lalu, Ateng pernah tertangkap dalam kasus narkoba, dan divonis oleh Majelis Hakim di Pengadilan Negeri (PN) dengan hukuman 5,6 tahun penjara. Serta tersangka juga pernah nginap di sel selama beberapa tahun pada kasus yang sama.

Setelah bebas menjalani hukuman tersebut, Ateng lagi-lagi berkecimpung di bisnis barang haram tersebut.

Seperti yang dipaparkan oleh Kapolres Sergai AKBP Juliarman Eka Pasaribu, S.Sos, SIK M.Si melalui Kasat Narkoba AKP. Martualesi Sitepu SH MH pada para awak medai, Jumat (6/9/2019).

Ia menerangkan kronologis kejadian penangkapan terhadap tersangka Ateng dilakukan pada Sabtu (27/8/2019) sekira pukul 03.00 Wib di Desa Melati II Kecamatan Perbaungan.

Tersangka diciduk setelah masuk DPO (daftar pencarian orang) Sat Res Narkoba berdasarkan dari 2 LP, yaitu LP/195/VI/2019 S.U/Res Sergai tanggal 14 Juni 2019. Ditetapkannya tersangka sebagai DPO berawal dari penangkapan tersangka Wagito (54) pada 14 Juni 2019 sekira pukul 21.00 Wib, di Dusun II Desa Melati II Perbaungan, dengan barang bukti seberat 1,9 gram.

Kemudian personel Unit Sat Reskrim Polsek Perbaungan kembali menangkap Misku alias Lilik (43) dan Susanto alias Sisu (44) pada 13 Juli 2019 sekira pukul 17.00 Wib, di Dusun Nangka Desa Melati II Kecamatan Perbaungan, serta mengamankan barang bukti berupa sabu seberat 2,22 gram. Penangkapan terhadap kedua tersangka tersebut berdasarkan LP/141/ A/VII/SU/Res Sergai/Sek.

“Ketiga tersangka tersebit kini masih dalam proses penyelesaian berkas perkara untuk diteruskan ke JPU (Jaksa Penuntut Umum) ke persidangan,” katanya.

“Sementara Ateng ini merupakan tersangka yang sudah menjadi target operasi Satres Narkoba Polres Sergai. Dia juga pengedar narkotika jenis sabu di Desa Melati Kecamatan Perbaungan, dan yang sudah bolak balik menjalani hukuman dalam kasus yang sama. Inilah komitmen kami untuk memutus mata rantai peredaran narkotika jenis sabu di Kecamatan Perbaungan,” tegas dia.

“Tersangka akan dijerat dengan pasal 114 Sub 112 UU RI No.35 Tahun 2009 dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara,” tegas AKP. Martualesi Sitepu SH didampingi KBO IPTU Defta Sitepu SH. (Dipa)

Bagaimana Menurut Anda