Upayakan PAD Meningkat, BPRD Sekadau Terapkan Assessment ke Wajib Pajak

178
H. Abdul Gani SH M.Si. (BERITAANDA)

SEKADAU-KALBAR, BERITAANDA – Pemerintah Kabupaten Sekadau melalui Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD) terus mengupayakan peningakatan pendapatan daerah. Dari berbagai jenis pajak daerah, ditargetkan pendapatan asli daerah (PAD) sebesar Rp56 miliar di tahun ini.

“Capaian target sampai dengan bulan September sebesar Rp28 miliar atau lebih dari 50 persen,” kata Kepala BPRD Sekadau H. Abudl Gani SH M.Si saat dikonfirmasi BERITAANDA, Kamis (14/11/2019).

PAD ini, lanjut dia, diperoleh dari 11 jenis pajak yang diatur dalam peraturan daerah dan pendapatan daerah yang sah bukan pajak, serta lain-lain.

“Untuk pajak daerah ditargetkan sebesar Rp20 miliar, dengan realisasi sampai bulan September sebesar 40 persen,” tambah Gani.

Gani mengakui, pihaknya tidak menemukan kendala yang dihadapi dalam mengejar capaian PAD dan pendapatan daerah secara umum. Hal ini dikarenakan, BPRD Kabupaten Sekadau saat ini mengubah sitsem assessment dan sosialisasi ke objek pajak.

“Penyumbang PAD terbesar di luar pajak penerangan jalan umum (PPJU) adalah pajak mineral bukan logam kisaran Rp1,5 miliar. Saat ini tercapai 85 persen dari terget,” tukas mantan Asisten Bupati Sekadau itu.

Gani berharap, wajib pajak sadar akan kewajiban pajak, dan BPRD berusaha meyakinkan wajib pajak bahwa pajak yang dibayar masuk ke kas daerah.

“Pekan depan kita akan adakan launching pembayaran pajak PBB dan BPHTB secara online dengan program house to house antara BPN dan BPRD,” pungkasnya. (Arni)

Bagaimana Menurut Anda