UMKM Binaan BSN Sukses Ekspor Kerupuk SNI dan Halal

483

PALEMBANG, BERITAANDA – Mengawali tahun 2020, Palembang mengekspor sekitar 439 Kgs kerupuk ikan ke Singapura senilai 9.472 dolar Singapura atau sekitar Rp98 juta.

Kerupuk ikan yang diekspor merupakan produksi Pempek Rizky di Alasan 3-4 Ulu yang sudah berdiri sejak tahun 80-an lalu.

“Ini ekspor perdana produk kami dalam kapasitas yang lumayan besar, semoga ke depan semakin banyak yang menyukai kerupuk dan kuliner khas Palembang lainnya,” ujar Syaiful Jamal, Sabtu (4/1/2020).

Jamal menceritakan, proses pemuatan ke dalam kontainer dilakukan Jumat malam dan proses pemuatan kapalnya Sabtu siang di Pelabuhan Bombaru Palembang bekerjasama dengan PT Tritrans Wijaya Palembang, IPC Terminal Petikemas Area Palembang, Balai Karantina Ikan dan Balai Karantina Ikan (BKIPM) Palembang.

Memulai usaha sejak tahun 80-an, Jamal sudah mengolah pempek, kemplang dan olahan ikan lainnya sekaligus. Kini usahanya dijalankan dibantu 8 pegawai yang bisa memproduksi kerupuk ikan 2.160 Kg per tahun.

Sementara itu, Kepala Kantor Layanan Teknis Badan Standardisasi Nasional (BSN) Palembang, Hariyanto mengatakan, kerupuk ikan UMKM Rizky sudah menerapkan SNI 8272:2016 melalui tahap pengujian dan tersertifikasi SNI oleh Lembaga Sertifikasi Produk LPPHP Lampung yang terakreditasi KAN.

Dalam proses sertifikasi SNI, UMKM Rizky mendapat pendampingan dari Kantor Layanan Teknis Badan Standardisasi Nasional (BSN) di Palembang dan fasilitasi pembiayaan sertifikasi dari program CSR PT Pupuk Sriwidjaja Palembang.

“Kerupuk yang di ekspor ini sudah ber-SNI dan halal, sehingga mutunya terjamin dan tidak lagi soal rasa juga kebersihannya,” ujar dia.

Ditambahakan Hariyanto, saat ini BSN melalui Kantor Layanan Teknis Wilayah Palembang bekerjasama dengan semua pihak terkait telah melakukan pembinaan kepada 23 UMKM di wilayah Sumatera Bagian Selatan. Meski baru 8 UMKM yang baru mengantongi SNI, produk UMKM terus didorong untuk di ekspor.

Keberhasilan ekspor kerupuk ikan ini juga tidak lepas dari dukungan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), Pemerintah Kota Palembang, BPOM Palembang dan LPPOM MUI Sumatera Selatan.

“Langkah awal ekspor ini diharapkan bisa terus berlanjut dan berefek bola salju untuk produk UMKM Sumsel lainnya. Apalagi Sumsel merupakan salah satu wilayah yang memiliki potensi besar sebagai penghasil ikan air tawar dan produk olahannya,” tutupnya. (Febri)

Bagaimana Menurut Anda