Truk Besar Nekat Masuk Kota Kayuagung, Ini yang Dilakukan Dinas Perhubungan OKI

206

KAYUAGUNG-OKI, BERITAANDA – Walau kerap dilakukan tindakan, namun ada saja mobil truk bermuatan besar nekat masuk ke jalan dalam Kota Kayuagung Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) pada jam terlarang bagi kendaraan tersebut.

Atas ulah sopir yang nekat kucing – kucingan dengan petugas dan melintas saat kondisi jalan ramai, sehingga dapat membahayakan pengendara lainnya. Hal ini membuat Dinas Perhubungan Kabupaten OKI geram.

Alhasil, untuk memberi efek jera, empat (4) unit mobil truk tanki berkapasitas puluhan ton CPO dengan tujuan PT Telaga Hikmah terjaring operasi, dan kini telah diamankan di pelataran kantor Dinas Perhubungan Kabupaten OKI.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten OKI, Antonio Ramadhan didamping sekretarisnya, Rayendra, dan Kabid DLAJ, Ardhiles, Senin (14/6) mengatakan, truk yang membandel tersebut sering melintas pada pagi hari, bahkan disaat lalulintas ramai.

“Tadi pagi sebanyak empat (4) unit truk tangki besar yang berkapasitas puluhan ton minyak terpaksa ditindak karena melintas di jalan yang tak seharusnya dilewati oleh kendaraan berkapasitas besar,” ujarnya

Antonio mengungkapkan, truk-truk tanki ini diamankan oleh petugas saat hendak melintas di Jembatan Sungai Komering yang menghubungkan antara Kelurahan Mangunjaya dengan Kutaraya.

“Untuk yang kesekian kalinya pengendara dump truk yang mengisi CPO di PT Telaga Hikmah melanggar aturan melintas dan konvoi di atas jembatan penyeberangan yang menuju Jalan Sepucuk, Kelurahan Kedaton, Kecamatan Kayuagung,” jelasnya.

Dikatakan lebih lanjut, sebelumnya kami telah membuat teguran secara tertulis kepada beberapa management perusahaan CPO. Akan tetapi masih saja ngeyel.

“Sekarang kita akan panggil perusahaan tersebut. Kalau tidak datang, mobil-mobil ini akan kami kandangkan,” tegasnya.

Menurut dia, Dinas Perhubungan Kabupaten OKI tidak menghambat investasi untuk perusahaan ke OKI, namun diminta tetap mematuhi aturan, karena aturan dibuat itu harus dipatuhi.

Dalam peraturan yang dipasang di plang pengumuman yang berada disekitar lokasi, dijelaskan jika jam operasional yang diperbolehkan yaitu mulai pukul 22.00 WIB hingga pukul 05.00 WIB.

“Sedangkan jam di luar itu tidak dibolehkan, karena masih ramai pengendara yang melintas dan jika jembatan roboh maka yang disalahkan pasti Dishub, sebab tidak memenuhi aturan yang berlaku,” terangnya

“Saya tidak ingin hal tersebut terjadi, untuk itu pihak ketiga yang mengangkut CPO di PT Telaga Hikmah maupun Kelantan agar memenuhi aturan tersebut,” tambahnya.

Menurutnya, selama ini para pengemudi memanfaatkan waktu saat petugas Dishub berjaga di pos pam dan penyekatan selama puasa lalu. Padahal mereka tahu jam larangan melintas.

“Terkadang ada yang melintas pada sore hari yang sudah jelas sangat mengganggu. Saya sering terima video dari warga yang mengeluhkan kejadian ini,” bebernya.

Sementara itu, Andi selaku sopir truk tanki mengaku tidak mengetahui adanya larangan ini karena ikut konvoi saja. Dirinya juga sudah menghubungi bos perusahaannya untuk mendatangi kantor Dishub terkait mobilnya distop karena melanggar peraturan.

“Iya, tadi sudah disampaikan terkait hal ini, katanya akan segera ditindaklanjuti,” tuturnya singkat. [Iwan]

Bagaimana Menurut Anda