Tragedi Berdarah di Sungai Ceper, Tivi Tembak Kodir di Depan Masjid Hingga Tewas

5229
Anggota Polsek Sungai Menang saat olah TKP usai terjadinya penembakan.

KAYUAGUNG-OKI, BERITAANDA – Tragedi berdarah kembali terjadi di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) Provinsi Sumatera Selatan. Kali ini peristiwa tersebut lokasinya berada di Desa Sungai Ceper Kecamatan Sungai Menang, Senin (23/11/2020) kemarin.

Sekira pukul 11.30 Wib, karena kesal pelaku Tivi (40) menembak korban Kodir (43) yang saat itu sedang berada di depan Masjid Nurul Iman Dusun II Desa Sungai Ceper Sungai Menang. Tak ayal, korban meninggal dunia di lokasi kejadian tersebut.

Informasi didapat menyebutkan, kekesalan pelaku Tivi yang merupakan warga Dusun IV ini memuncak lantaran menganggap pihak keluarga korban Kodir yang tercatat warga Dusun V di desa yang sama, tidak menghargai keluarga pelaku.

Kapolres OKI AKBP Alamsyah Pelupessy melalui Kasubbag Humas AKP Iryansyah menjelaskan, Senin (23/11/2020) sekira pukul 11.00 Wib, Kepala Desa Sungai Ceper, Kaharno, bersama perangkat desa ingin menyelesaikan permasalahan antara pihak keluarga pelaku Tivi dengan keluarga korban Kodir.

“Bertempat di Masjid Nurul Iman Dusun II Desa Sungai Ceper, pada saat musyawarah akan dilaksanakan, pelaku Tivi tidak terima karena keluarga korban yang hadir dalam kesempatan tersebut cuma tiga (3) orang,” kata Iryansyah.

Kemudian, pelaku Tivi keluar dari masjid dan sempat pulang ke rumahnya. Kata Iryansyah lagi, tidak lama berselang, pelaku kembali lagi ke masjid sambil memaki-maki pihak keluarga korban dan mengatakan ‘kamok dak ngehargai keluarge kamek namenye sangkan datang cuma dikit’.

“Dan pelaku langsung menembak korban yang sedang berada di depan masjid sebanyak satu kali di bagian kepala bagian samping yang mengakibatkan korban meninggal dunia di tempat. Lalu pelaku lari dan sempat menembak lagi sebanyak satu kali ke udara,” ungkap Iryansyah.

Awal mulanya, jelas Iryansyah, pihak keluarga pelaku Tivi dan korban terjadi perselisihan, dikarenakan anak korban Kodir yang berjenis kelamin perempuan berinisial S (30) dengan anak pelaku Tivi, juga perempuan berinisial I (30), single parent. Keduanya berpacaran.

“Keduanya sempat ribut, karena anak korban Kodir berinisial S ini cemburu dan memukul anak pelaku Tivi menggunakan tas secara berulang ulang kali, sehingga mengakibatkan tangan I biru – biru (memar),” terang Iryansyah.

Kemudian, anak pelaku Tivi, I, melakukan visum. Setelah itu, melaporkan kejadian tersebut kepada pihak Pemerintah Desa Sungai Ceper.

Lanjut Iryansyah, lalu pihak Pemerintah Desa Sungai Ceper akan menyelesaikan permasalahan itu pada Senin (23/11/2020) di Masjid Nurul Iman Desa Sungai Ceper.

Sementara itu, Kades Sungai Ceper, Kaharno, saat dikonfirmasi menjelaskan, beberapa hari sebelumnya, anak pelaku Tivi sekira pukul 03.00 Wib dini hari datang ke rumahnya, melaporkan atas apa yang dialami I, dilakukan oleh S, anak korban Kodir.

“Ketika itu Ia (I -red) mendesak meminta agar permasalahannya cepat diselesaikan, namun karena hari sudah larut malam, lalu saya katakan akan bantu menyelesaikan, tetapi keesokan hari. Dia berkata jika tak diselesaikan, akan dibawa permasalahan itu ke pihak kepolisian,” jelas Kaharno.

Besoknya kita mendatangi keluarga S, tujuannya agar ada jalan keluarnya secara kekeluargaan. Jelas Kaharno lagi, tetapi tidak ada jawaban. Lalu kita mengeluarkan surat pengantar agar diselesaikan di Polsek Sungai Menang, dengan harapan semoga saja disana ada jalan keluarnya.

“Setelah itu, datanglah waknya I, kakak pelaku Tivi, dari Dusun Darat Desa Sungai Ceper yang berkata masalah itu jangan dibawa ke kepolisian. Ini masalah kecil, tidak perlu katanya. Lalu dipanggilnya bapaknya si S, mengajak berembuk di rumah saya,” terang Kaharno.

Setelah berembuk, lanjut Kaharno, mulanya disepakati masalah itu akan diselesaikan di rumah I, tetapi ayahnya yakni pelaku Tivi tak bersedia dan meminta agar perdamaian dilaksanakan di Masjid Nurul Iman Dusun II Desa Sungai Ceper Kecamatan Sungai Menang Kabupaten OKI.

“Syaratnya, jika telah damai, pertama si S ini tidak boleh lagi tinggal di Desa Sungai Ceper. Dan kedua, S tidak boleh berkata – kata kotor lagi terhadap keluarga pelaku Tivi. Setelah dibacakan dan didengar kedua belah pihak, akhirnya mereka disepakati,” tandas Kaharno.

Lalu pagi harinya, sebelum kejadian kemarin, Bapaknya si S datang ke rumah mengajak kades ke masjid, karena keluarganya sudah hadir. Sambung Kaharno, lalu ia mengajak tetangga kiri kanan untuk hadir sehingga dapat pelajaran dari balik kejadian tersebut.

“Setelah kita di masjid, datanglah keluarga pelaku Tivi. Setelah semua ngumpul, saya berkata apakah akan segera kita mulai, dan juga bertanya kepada Kodir, apakah ada keluarganya yang masih ditunggu untuk datang, korban lalu menjawab tidak ada lagi,” tukas Kaharno.

Mendapati itu, pelaku Tivi tersinggung dan berkata ‘kalau cuma sedikit datang seperti ini, untuk apa kita kumpul, batal saja damai, jika mau selesaikan dengan pemerintah desa saja’ ucap pelaku Tivi sambil berlalu pulang. Lanjut Kaharno, lalu sekitar 10 menit lamanya, pelaku Tivi datang lagi ke masjid.

“Kita semua masih di dalam masjid, pelaku Tivi yang datang kembali, lalu menunjuk-nunjuk kepada kami pihak pemerintah desa sambil berkata jangan selesaikan lagi masalah ini, apabila diselesaikan, kamu siap bertanggung jawab. Setelah itu pelaku keluar masjid,” imbuh Kaharno.

Tak disadari, korban Kodir juga keluar dari masjid menelepon keluarganya, menyuruh kumpul datang ke masjid. Dilanjutkan Kaharno lagi, sekitar 5 menit berselang, terdengar suara tembakan. Karena kaget dengar suara itu, kita keluar dan menemukan korban sudah tergeletak terkena tembakan.

“Saat kita keluar, korban sudah tergeletak dengan luka tembak di bagian kepala dan meninggal dunia di tempat. Sementara pelaku Tivi sudah tidak terlihat lagi,” tambah Kaharno.

Lebih jauh Kaharno menjelaskan, saat ini kondisi masih memanas, dan kita berharap pelaku cepat tertangkap. Dan kita juga (Pemerintah Desa Sungai Ceper) meminta agar pihak kepolisian tetap berjaga untuk mengamankan situasi, sehingga tidak terjadi hal yang tidak diinginkan. [Iwan]

Bagaimana Menurut Anda