Tingkatkan Partisipatif, Bawaslu Kalbar Sosialisasi ke Sekadau

217

SEKADAU-KALBAR, BERITAANDA – Badan Pengawas Pemilu (Bawslu) Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar), Sabtu (23/2/2019) malam, mengadakan sosialisasi pengawasan partisipatif kepada pengawas pemilu di tingkat desa dan organisasi kemasyarakatan serta pengawas desa yang ada di Kabupaten Sekadau.

Tak tanggung-tanggung, tiga komisioner Bawaslu Provinsi Kalbar beserta staf datang untuk menyampaikan materi – materi sosialisasi, selain materi oleh Dinas Dukcapil Kabupaten Sekadau.

Kegiatan yang dilaksanakan di Vinca Borneo Hotel Sekadau itu dibuka dengan ditandai penyerahan plakat oleh Ketua Bawalu Sekadau Nursoleh SH.i kepada Syarifah Aryana Kaswamayana, S.Sos.I yang merupakan Komisioner Bawaslu Provinsi Kalbar.

Aryana menyatakan bahwa sudah kewajiban peserta dan penyelenggara pemilu untuk melakukan pengawasan jalannya tahapan pemilu. “Kedepan akan ada kampanye rapat umum dan kampanye melalui media. Oleh sebab itu, diperlukan banyak keterlibatan pihak dalam pengawasan partisipatif,” ujar Aryana.

Menurut Aryana, pekerjaan besar dalam pemilu hanya diawasi sedikit penyelenggara dan pengawas pemilu, sehingga diperlukan keterlibatan semua pihak dalam pengawasan pemilu.

Komisioner Bawaslu Provinsi Kalbar lainnya, Moahmad SH, juga menegaskan bahwa saat ini telah memasuki tahapan penyelenggaraan kampanye, dan juga tahapan percetakan surat suara serta distribusi logistik.

“Tahapan yang terus berjalan tanpa menghiraukan isu dan rumor yang muncul, sehingga pada akhirnya akan masuk pada minggu tenang dan pemungutan suara. Untuk Itu agar ditingkatkan pengawasan dalam tahapan pemilu,” papar Mohamad.

Menurutnya, dengan 676 TPS yang ada di Kabupaten Sekadau, bukanlah TPS yang kecil. Untuk itu dibutuhkan partisipasi semua pihak untuk melakukan pengawasan dan memberikan laporan kepada Bawaslu.

“Peran aktif masyarakat dalam pengawasan pemilu menambah semangat penyelenggara pemilu untuk melakukan tugas pengawasan, jumlah pengawas tidak sebanding dengan DPT yang lebih dari 152 ribu jiwa,” paparnya.

Terkahir, Komisioner Bawaslu Kalbar lainnya, Faisal Riza ST.MH  menegaskan bahwa partisipasi masyarakat didasari kesadaran akan penyelenggaraan pemilu. “Strategi membangkitkan partisipasi berbagai cara, salah satunya dengan melibatkan para tokoh agama, masyarakat, ormas dan pihak – pihak lainnya,” kata Riza.

Ia menjelaskan bahwa jika pemilu tanpa pengawasan akan menghasilkan pemilu yang tidak berintegritas, berkualitas, dan menghasilkan pemimpin yang tidak baik atau tidak berkualitas.

“Saat ini pelanggaran pemilu semakin meningkat, sehingga dibutuhkan pengawasan dan penanganan yang ekstra oleh penyelenggara pemilu,” tukasnya. (Arni)

Bagaimana Menurut Anda