Taufik Basari Ingin Jadikan Lampung Lumbung Pangan Nasional

312

LAMSEL-LAMPUNG, BERITAANDA – Anggota Komisi III DPR RI Taufik Basari, SH M.Hum, LLM menyambangi petani di Desa Bandar Agung, Wai Lubuk, Kecamatan Kalianda Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel), Jumat (27/12/2019).

Kunjungannya kali ini bersamaan dengan panen buah melon yang dimiliki warga. Taufik Basari juga melakukan dengar pendapat dengan para petani di daerah tersebut.

Saat berdialog dengan para petani, dirinya menjelaskan tidak berani menjanjikan apa-apa, semua keputusan ada pada pemerintah. Ia hanyalah sebagai wakil rakyat yang memperjuangkan aspirasi dan keluhan para petani.

Sebagaimana saat petani berdialog dengan Taufik Basari, beberapa petani mengeluhkan tentang apa yang dihadapi. Misalnya mereka berharap ada standarisasi harga jagung, sehingga harga jagung tidak anjlok saat panen, kemudian tentang langkanya pupuk bersubsidi.

Agus, seorang petani holtikultura juga mengatakan, perlu modal yang besar, tapi untuk pinjaman yang berasal dari KUR dibatasi hanya Rp25 juta. Ia berharap pemerintah menaikkan pinjaman tersebut.

Sementara Ahmad Ridwan, petani asal Desa Baro Aji menambahkan, sebagai peternak ayam dirinya kekurangan modal. Sementara untuk bertani pembibitan sangat kurang, juga tidak ada irigasi, karena di daerah pegunungan.

Petani lainnya, Sahrul berharap pada pemerintah jangan mencabut subsidi pupuk. Sebab, kata dia, pupuk merupakan kunci kesejahteraan petani.

“Kami juga mohon bantuan alat bajak (traktor), karena kita antri saat menggarap sawah,” kata dia.

Terkait yang disampaikan para petani, Taufik Basari mengatakan, untuk pinjaman KUR, Menteri Pertanian berjanji menerangkan akan ada pembicaraan lanjut terkait peningkatan jumlah dana KUR tersebut. Sementara masalah kurangnya bibit, Taufik Basari menerangkan, akan ada bantuan bibit jagung untuk 6.000 hektare, sedangkan yang sudah siap untuk 3.000 hektare.

Masalah pupuk subsidi yang wacananya akan ditiadakan, dia kembali menerangkan bahwa pemerintah bukan mencabut bantuan pupuk bersubsidi, akan tetapi saat ini sedang mengevaluasi bantuan tersebut. Dengan kata lain menghentikan sementara guna menertibkan penyalurannya.

Usai berdialog dengan masyarakat, Taufik Basari menandai panen raya buah melon milik Sarwo Edi (Sarwo Farm).

“Saya ingin menjadikan Lampung sebagai lumbung pangan nasional, yang artinya sebagai penyangga pangan nasional bisa menyalurkan bantuan saat dibutuhkan,” kata Taufik Basari.

“Menteri Pertanian juga setuju menjadikan Lampung sebagai salah satu lumbung pangan nasional, selain Provinsi Jawa Timur dan Banten,” jelasnya lagi.

“Konsekuensi dari suatu provinsi menjadi lumbung pangan nasional adalah, kita diharapkan bisa menjadi penyangga pangan, yang artinya kita bisa mengirimkan hasil – hasil bumi kita ke berbagai daerah yang ada di seluruh Indonesia. Kalau suatu provinsi menjadi lumbung pangan nasional, berarti banyak program pemerintah yang diturunkan disini, pemerintah pusat punya tanggung jawab untuk meningkatkan produksi pertanian, akan banyak pendampingan untuk petani dan teknologi bagi petani untuk meningkatkan hasil pertanian,” pungkas Taufik Basari. (Katrine)

Bagaimana Menurut Anda