Syahrul Pasaribu: Sektor Pertanian Teruji, Tahan Banting di Masa Pandemi

217

TAPSEL-SUMUT, BERITAANDA – Menghadapi perubahan lingkungan strategis seperti dalam masa pandemi Covid-19, kehadiran sektor pertanian menjadi sangat penting. Sektor ini telah teruji dan tahan banting di era pandemi.

Hal itu diutarakan Bupati Tapanuli Selatan periode 2010-2015 dan 2016-2021, Syahrul M. Pasaribu, saat menjadi narasumber di acara mimbar sarehan dan halal bihalal Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) se-Tapsel, digelar gedung Serbaguna Al-Hadid Simaninggir, Selasa (1/6).

Pada acara yang bertepatan dengan hari Lahir Pancasila ini, Syahrul Pasaribu yang juga pembina KTNA Tapanuli Selatan (Tapsel) membawakan materi berjudul ‘Peran KTNA dalam Mengurangi Dampak Pandemi Covid-19’.

Menurut Syahrul, di Kabupaten Tapanuli Selatan sendiri, selain sektor pertanian, keberadaan sumber daya alam berupa tambang emas di Batang Toru cukup mumpuni  menopang keterpurukan perekonomian yang kian labil.

“Patut disyukuri, kedua sektor itu ada di sini. Di mana 75 persen warga Tapsel adalah petani dan Tambang Emas Martabe ada di Batang Toru. Sektor pertanian potensial mengatasi krisis pangan, dan kontribusi pertambangan menjadi sumber pendapatan bagi daerah,” ungkap dia.

Melalui mimbar tersebut, Syahrul mengajak KTNA untuk terus mendorong sekaligus mendampingi seluruh petani Tapsel senantiasa serius menekuni usahanya dan fokus pada peningkatan hasil pertaniannya masing-masing.

“Maka itu, sarasehan ini harus mampu melahirkan saran-saran atau pokok pikiran tentang strategi pembangunan pertanian untuk disampaikan ke Pemkab Tapsel, menuju pertanian maju, mandiri, dan modern,” harap Syahrul.

Apalagi, imbuhnya, harga komoditas pertanian sekarang ini sedang menunjukkan tren positif. KTNA harus dapat menjalin sinergi dan kerjasama dengan pemerintah, demi menghindari terjadinya pelemahan perekonomian petani.

Sejauh ini infrastruktur pertanian, kata Hamdan Nasution Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) yang menjadi narasumber kedua acara ini, dalam kurun waktu 10 tahun terakhir telah mengalami peningkatan drastis.

“Harus kita akui, dalam rentang 10 tahun Tapsel dipimpin oleh Pak Syahrul, program pembangunan yang dijalankan sudah pro terhadap pertanian. Keberpihakannya itu telah mampu meningkatkan nilai tukar petani (NTP),” katanya.

Hamdan juga mengulas kualitas kopi Sipirok yang sudah mendapat pengakuan pemerintah pusat. Yakni dengan terbitnya sertifikat Indikasi Geografis (IG) yang pada tiga tahun terakhir ini produksi kopi Sipirok meningkat pesat.

“Meski diakui, masih butuh kerja keras melalui berbagai inovasi dalam pengolahan biji kopi agar dapat memberi nilai ekonomis tinggi. Ini menjadi tantangan bersama, bagaimana ke depan kualitasnya kian membaik,” ujarnya.

Melalui mimbar ini, Hamdan mengusulkan beberapa hal untuk diajukan KTNA ke Pemkab Tapsel. Antara lain penyamaan persepsi tentang budidaya komoditas antara penyuluh pertanian dengan kelompok tani.

Penambahan alokasi anggaran dari dana desa untuk sektor pertanian. Pemenuhan ketersediaan pupuk bagi petani lewat berbagai upaya yang tidak melanggar aturan.

Sebelumnya, Ketua KTNA Tapsel Juang Pakpahan menyebut mimbar sarasehan merupakan kegiatan rutin yang digelar minimal sekali dua tahun. Karena pandemi, peserta dibatasi hanya ketua, sekretaris dan bedahara dari 15 KTNA kecamatan ditambah 14 orang pengurus kabupaten.

“Kegiatan ini bertujuan menyamakan persepsi petani, membahas isu berkembang dan melahirkan strategi pembangunan pertanian untuk direkomendasikan ke Pemkab Tapsel. Semoga dengan strategi itu nantinya terwujud petani Tapsel yang sejahtera,” tutur Juang.

Pantauan di lokasi, karena antusiasnya, dialog berlangsung 3 jam lebih. Mayoritas pengurus KTNA kecamatan mengakui, selama 10 tahun ini program pembangunan Pemkab Tapsel di bidang pertanian mengalami kemajuan pesat.

Akan tetapi sejalan dengan tuntutan kehidupan yang semakin meningkat atau berkembang, mereka minta solusi atas masalah petani di daerahnya. Juga memberi saran dan usulan ke pemerintah agar ke depan perhatian ke bidang pertanian terus dipertahankan dan ditingkatkan.

Peserta yang berulangkali bertanya dan mengajukan usulan adalah Khoiron Saleh Siagian dari Kecamatan Angkola Barat, Porman Ritonga dari Aek Bilah, Hoiron Nasution dari Muara Batangtoru, Ipong Dongoran Saipar Dolok Hole dan Ismail Sitompul dari Sipirok. [Anwar]

Bagaimana Menurut Anda